DPD RI : Mahasiswa Harus Berani Jadi Wirausaha Mandiri

12

MEDAN-Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendorong kaum millenial berani menjadi wirausaha muda. Apalagi kesempatan mencari kerja semakin sempit. “Idealnya dalam suatu negara, masyarakat yang bergerak di dunia wirausaha adalah 2% dari jumlah penduduk,” kata Wakil Ketua DPD RI Prof. Darmayanti Lubis saat menjadi pembicara dalam acara Dialog Publik “Membangun Generasi Millenial Indonesia Melalui Pendidikan Moral dan Etika” di Aula Universitas Al Washliyah Medan, Jumat (15/3/2019).

Menurut Darmayanti, kewirausahaan adalah motor penggerak ekonomi sebuah negara. Sayangnya Indonesia, masih jauh dari target itu. Oleh karena itu untuk menghadapi keterbatasan ketersediaan lapangan kerja, maka kaum millenial harus terjun menjadi pelaku wirausaha.

Lebih jauh Senator asal Sumut mengajak kaum millenial Medan yaitu para mahasiswa dan pelajar menjadi motor perubahan pembangunan bangsa dan bagian dari generasi yang siap dan tangguh dalam menghadapi era globalisasi dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan (job creator) bukan sebagai pencari kerja (job seeker).

Dikatakan Darmayanti, mahasiswa saat ini tidak bisa hanya diarahkan menjadi pencari kerja (job seeker) namun harus mampu menjadi pembuka lapangan pekerjaan (job creator). Karena mahasiswa sebagai kaum millenial saat ini punya tantangan yang besar, bukan sebagai pencari kerja tapi harus berani menciptakan lapangan kerja, “ ucapnya.

Menurutnya saat ini lapangan pekerjaan terbatas sedangkan jumlah tenaga kerja terus tumbuh sehingga kebutuhan lapangan kerja tidak berbanding lurus dengan jumlah lulusan kerja hal itu yang akan menimbulkan jumlah pengganguran makin tinggi.

Meskipun begitu tren minat generasi muda untuk menjadi wirausaha mengalami kenaikan yang cukup menggembirakan, Darmayanti mencatat khusus untuk industri kreatif, data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat besarnya potensi ekonomi kreatif untuk berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja dan nilai ekspor. Pada tahun 2013 ekonomi kreatif mampu berkontribusi 7,05 persen terhadap PDB Nasional, menyerap 11,91 juta tenaga kerja atau 11 persen dari total tenaga kerja nasional, serta menciptakan 5,4 juta usaha kreatif yang sebagian besar adalah UKM.

Lebih lanjut, Darmayanti menjelaskan masalah sumberdaya Indonesia perlu menjadi perhatian kita semua, oleh karena itu selayaknya pemerintah dan perguruan tinggi berkemas untuk meregenerasi bibit unggul bangsa, “Maka menurut kami untuk mendorong ataupun memproduksi generasi penerus, perlu optimalisasi dalam mendudukan pendidikan karakter maupun pendidikan kejuruan atau vokasi bagi generasi kita,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Darmayanti juga menyoroti peran umat dalam ikut serta membangun bangsa melalui pendidikan yang bertakwa dan bermoral serta beretika sehingga generasi millenial yang dihasilkan tidak hanya berwawasan global tetapi memiliki sikap jujur dan bertoleransi terhadap kelompok lain.

“Dalam rangka menjaga keutuhan dan kebesaran umat maka perlu kita bergandengan tangan untuk terus menerus memberikan spirit dan mendorong terbentuknya karakter bagi generasi bangsa. Sehingga apa yang kita cita-citakan dapat menjadikan yang terbaik bagi umat. “ Ungkap Wakil Ketua II DPD RI ini,

Acara yang dihadiri seratusan mahasiswa univeritas Al Washliyah ini juga menghadirkan pembicara lainnya yaitu Rektor Universitas Washliyah Medan Jamaludin Marpaung MA, dan Rahmayati, yang mewakili Kakanwil Kemenkumham Provinsi Sumatera Utara. ***