Dubes Wahid Supriyadi Janji Wujudkan Program Interfaith Dialogue

Dubes Wahid Supriyadi Janji Wujudkan Program Interfaith Dialogue

0
BERBAGI
Sembilan (9) Duta Besar Indonesia yang pernah bertugas di Rusia dari masa ke masa (termasuk Masa Uni Sovyet) menggelar reuni di Jakarta

JAKARTA-Duta Besar (Dubes) Indonesia yang baru untuk Federasi Rusia dan Belarus, Ambassador Wahid Supriyadi menyatakan siap memikat hati Rusia demi mendekatkan Indonesia dan Rusia.

Dalam reuni ke-X seluruh Duta Besar serta home staff dan para mahasiswa eks Rusia yang diselenggarakan di Klub De Seniors Senayan, Dubes Wahid mengaku telah mempelajari catatan-catatan dari Duta Besar Djauhari Oratmangun (pendahulu) tentang bagaimana memulai tugas di Negara ‘Beruang Merah itu. “Saya juga telah membaca beberapa literatur mengenai Rusia dan karakter suku-suku Bangsa di Rusia. Meskipun tidak cukup tetapi akan sedikit banyak membantu saya memulai tugas disana,” ujarnya.

Menurutnya lagi, Rusia tidak bisa lagi dipandang setengah mata. Peran Rusia dalam menyelesaikan isu-isu global sangat dibutuhkan.

Reuni yang menghadirkan Sembilan (9) Duta Besar Indonesia yang pernah bertugas di Rusia dari masa ke masa (termasuk Masa Uni Sovyet) tersebut, diadakan dengan format talkshow yang dipandu langsung oleh Fifi Aleyda Yahya, pembawa acara salah satu stasiun TV berita.

Dalam talkshow, Fifi yang juga Putri dari salah satu Dubes Indonesia tersebut (Dubes Syamsuddin), sangat bersemangat memandu acara itu dengan gaya serius namun santai dan seringkali melontarkan kelakar.

Hadir pula dalam Reuni tersebut Dubes Indonesia untuk Vatikan, Agus Sriyono yang pada hari minggu nanti (21 Februari) akan berangkat ke Italia. Dalam talkshow Agus Sriyono menyatakan rasa harunya sekaligus semangatnya untuk memulai tugas di Negara tempat Tahta Paus Fransiskus tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Wahid berjanji akan mewujudkan program interfaith dialogue yang dapat meminimalisir gesekan-gesekan dalam kehidupan antaragama di Indonesia.

Dubes Indonesia pertama untuk Federasi Rusia, Rahmat Witoelar menjelaskan Rusia yang ada sekarang merupakan Rusia yang telah bertransformasi menjadi sebuah negara yang kuat serta memiliki posisi kunci dalam percaturan politik dunia.

Dia menceritrakan, pada saat pertamakali tiba di Moskow, masih sempat melihat langsung bagaimana mahalnya sebuah perubahan itu. Pada saat itu, tahun 1992 terjadi perang saudara antara pendukung Yeltsin dan anti Yeltsin.

Dia mengaku senang dengan apresiasi dari para Duta Besar dan seluruh eks diplomat dan mahasiswa Rusia pada acara tersebut. “Acara ini merupakan forum silaturahmi dan forum berbagi informasi, bantuan dan dukungan bagi semua yang pernah tinggal di Moskow,” tuturnya.

Direktur Riset Respublica Political Institute (RPI) Raymond Junior Sihombing yang juga merupakan alumni Universitas Persahabatan Bangsa-bangsa Rusia di Moskow, menyatakan sudah saatnya kini, Pemerintah mengakomodasi pemikiran para Duta Besar yang pernah bertugas di Rusia tersebut agar dapat menemukan solusi terbaik untuk mendekatkan Indonesia dengan Rusia sebagai dua bangsa dan Negara yang besar dan berpengaruh masing-masing di tingkat regional maupun internasional. “Sinergi Indonesia dan Rusia dalam lingkup hubungan strategic partnership merupakan sinergi yang dahsyat baik secara ekonomi, politik internasional dan keamanan terutama dalam hal memberantas terorisme. Dibutuhkan pendapat para Dubes Indonesia yang lebih banyak mengetahui karakter Rusia,” pungkasnya.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan konser mini yang menampilkan lagu-lagu Rusia dan Indonesia yang dinyanyikan langsung oleh para Dubes Indonesia yang hadir.

Beberapa Dubes membawakan dengan indah lagu seperti Podmoskovniye Vechera oleh Dubes Rahmat Witoelar dan Isteri, Ochi Chorniye (Panon Hideung) yang dinyanyikan oleh Dubes Handriyo , atau lagu Selendang Sutera dalam Bahasa Rusia yang dinyanyikan oleh Dubes Sumarsono.

Secara khusus juga Dubes Djauhari bersama Dharma Oratmangun memperkenalkan lagu Sio Mama dalam Bahasa Rusia. Acara tersebut diakhiri dengan kolaborasi antara Mahasiswa alumni Rusia, Paduan Suara Duta Besar Indonesia dan keluarga yang membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa dalam Bahasa Indonesia dan Rusia dengan sangat indah.