Dukung UKM, IFC Investasi USD 11 Juta di Aneka Gas

67
ilustrasi

JAKARTA-International Finance Corporation (IFC) mendukung upaya ekspansi perusahaan gas industri terbesar di Indonesia, PT. Aneka Gas Industri Tbk. Anggota dari Kelompok Bank Dunia ini turut berpartisipasi pada Penawaran Umum Perdana perusahaan tersebut melalui investasi saham sebesar US$11 juta yang akan digunakan untuk mendukung pembangunan pabrik dan fasilitas distribusi baru di berbagai kawasan di Indonesia termasuk di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aneka Gas memproduksi berbagai jenis gas industri termasuk oksigen, nitrogen, argon dan lainnya untuk mendukung beragam sektor termasuk agrobisnis, produk konsumen, dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Perusahaan ini menguasai lebih dari 30 persen dari keseluruhaan produksi gas industri, dengan posisi yang krusial di sektor kesehatan, dimana Aneka Gas memasok 75 persen dari kebutuhan gas medis, peralatan dan jasa terkait lainnya bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

Sebagai satu-satunya perusahaan gas industri yang memiliki jaringan distribusi dengan jangkauan nasional, Aneka Gas memiliki posisi bersaing untuk dapat memenuhi permintaan yang kian meningkat di seluruh Indonesia, khususnya di daerah tertinggal. “Melalui basis konsumen kami yang luas dari sektor kesehatan, makanan dan minuman, hingga otomotif dan konstruksi, memberikan kesempatan bagi kami untuk dapat berkontribusi pada pertumbuhan nasional di berbagai spectrum,” ungkap Vice President Director Aneka Gas Rachmat Harsono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/10).

Sementara itu, Country Manager IFC Indonesia  Azam Khan mengatakan perusahaan yang mendukung kebutuhan konsumen dan mendorong sektor UKM adalah kunci dalam penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah tertinggal. ”Perusahaan yang melayani sektor kesehatan adalah salah satu fokus penting bagi IFC. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan akses kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia pada 2019,” tuturnya.

Hadir di Indonesia sejak 1968, IFC telah membiayai dan memobilisasi investasi hingga lebih dari $6.6 milyar untuk berbagai proyek sektor swasta. Melalui kombinasi investasi dan jasa pendampingan, IFC bekerja untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim, meningkatkan pendapatan di daerah pedesaan dan mempromosikan urbanisasi yang berkelanjutan di Indonesia.