Dukungan Riset dan Kerja Sama Universitas di Jepang Untuk Restorasi Gambut

Dukungan Riset dan Kerja Sama Universitas di Jepang Untuk Restorasi Gambut

0
BERBAGI
Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead,

JAKARTA-Badan Restorasi Gambut (BRG) merintis kerja sama dengan Universitas Kyoto dan Institut Nasional untuk Humaniora (The National Institute of Humaniora, NIHU), Jepang untuk pengembangan riset mendukung restorasi gambut.
Kepala BRG, Nazir Foead, memberikan Joint Statement di Kyoto bersama Presiden Universitas Kyoto, disaksikan Plt. Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman pada Senin (25/4) pukul 9:15 waktu setempat.

Nazir Foead menegaskan  pentingnya menjalin kerja sama yang berfokus pada aksi nyata dan riset terapan di lapangan tentang restorasi lahan gambut dan pemanfaatan lahan gambut yang berkelanjutan di wilayah kerja prioritas. “Aksi nyata pemulihan restorasi gambut akan dikerjakan di Riau bersamaan dengan program riset,” katanya.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menjelaskan Provinsi Riau dengan luas lahan gambut terbesar dalam target restorasi, perlu bersinergi dengan berbagai pihak agar dapat mensukseskan agenda aksi restorasi gambut. Riau telah mendukung komitmen nasional terkait aksi restorasi mengintegrasikan pengembangan komoditi lokal yang ramah terhadap gambut, seperti Budidaya Sagu.

Laboratorium internasional restorasi rawa gambut tropis di Meranti, perlu mendapat dukungan untuk pengembangannya, dalam hal ini kerjasama dengan berbagai lembaga dan universitas di Jepang.

Dukungan riset dan kerja sama internasional diperlukan untuk memberikan basis ilmiah yang kuat pada intervensi restorasi. Universitas Kyoto mendukung upaya mengatasi permasalahan kebakaran lahan gambut yang berulang, dan rencana untuk memulihkan lahan gambut terdegradasi melalui pembentukan Badan Restorasi Gambut. “Kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah RI di bidang penelitian dan pendidikan yang berkaitan dengan terdegradasinya lahan gambut Indonesia, pemanfaatan lahan gambut yang berkelanjutan dan restorasi gambut”, demikian disampaikan Rektor Universitas Kyoto, Prof Juichi Yamagiwa.

Selanjutnya, BRG, Universitas Kyoto dan NIHU sepakat untuk menuangkan komitmen kolaborasi ini dalam bentuk Memorandum of Understanding (MOU), pada bulan Juni 2016 di Jakarta.