Dulu Bos Ikan di Dadap Wangi, Sekarang Tinggal Amisnya

Dulu Bos Ikan di Dadap Wangi, Sekarang Tinggal Amisnya

0
BERBAGI
photo: dok koransawala.com

TANGERANG- Proses reklamasi pantai Dadap sampai Sungai Taang yang berlangsung hingga saat ini, membuat rezeki nelayan yang mengantungkan hidupnya dilaut seret.  Kondisi serupa juga dialami

pengepul atau bos-bos ikan local yang turut merasakan pahitnya usaha perikanan di Pantai Utara Tangerang, Banten. Kini semuanya mulai menjerit.

Beberapa nelayan yang ditemui beritamoneter.com mengaku kesulitan ekonomi.  Hal ini terjadi karena hasil tangkapan ikan tidak seperti dulu lagi. Padahal,  Indonesia sebagai negara maritim, menjanjikan hasil kekayaan laut yang melimpah. Namun potensi laut ini tidak menjanjikan lagi. “Tidak saja nelayan, dalam rente bisnis perikanan skala mikro dikenal peran pengepul, yang siap memborong hasil tangkapan para nelayan juga terkena dampaknya,” ujar Sarman di rumahnya di Kampung Baru Dadap, Minggu (24/4).

Sarman yang juga  pengepul spesialis kepiting rajungan ini mengaku, sekarang paling banyak hanya bisa mendapatkan 50 kilo gram rajungan hasil tangkapan nelayan.  “Sebelum ada reklamasi, hasil tangkapan nelayan banyak, setiap hari 4 sampai 5 kuintal rajungan bisa saya beli dari nelayan,” katanya.

Bahkan bapak beranak dua ini mengaku memiliki 50 lebih pekerja, yang bertugas membersihkan dan menguliti cangkang kepiting rajungan.  “Saya dari punya 50 anak buah sampai saya rumahkan semua. Kalau sehari cuma hitungan kilo mending dikerjain sendiri,” seru pria berbadan gempal itu.

“Dulu bos ikan disini wangi, sekarang tinggal amisnya,” timpal Maryono,51, nelayan sepuh Dadap, berkelakar.

Nasib sama juga dialamin, Haji Iwan, bos pengepul di Dadap ini hanya bisa pasrah menerima kenyataan berkurangnya hasil tangkapan nelayan di laut Pantura.

Sambil menunjukkan gudang berukuran 5×7 meter, tempat penyimpanan ikan miliknya yang mangkrak, Iwan mengisahkan himpitan ekonomi yang merata dialami para pengepul Ikan di kawasan kampung nelayan Dadap.

“Bisnisnya memang amis tapi perputaran uangnya manis waktu belum susah ikan seperti sekarang. Sekarang apa saja ya langka, mau rajungan, ikan, udang apalagi ikan Bandeng sudah benar-benar enggak bisa hidup aja kalau masih main Bandeng,” cetus warga asli Dadap itu. (Raja Tama)