Duta Jokowi: Pak SBY, Jadilah Negarawan

205
photo dok rmol jakarta

JAKARTA-Sikap Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, serta para pengikutnya beberapa waktu terakhir ini mirip sikap anak kecil yang sedang ‘tantrung’ membutuhkan perhatian, serba emosional dan sensitif. Tampaknya, sikap ini merupakan manifestasi salah satu strategi pertarungan politik pilkada DKI Jakarta:  Strategi Politik Terzolimi. “Ikhwal ini tentu sah-sah saja. Namun amat disayangkan bahwa  berbagai strategi  yang dilakukan oleh SBY dan para pendukungnya dalam pilkada  ini  justru malah terkesan mencari perhatian. Bahkan, berupaya mendelegitimasi pemerintahan Presiden Jokowi yang sedang fokus bekerja dengan program program kerakyatannya di  seluruh Indonesia,” ujar

Koordinator Nasional  Jaringan Duta Joko Widodo, Joanes Joko dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/2).

Menurutya, Presiden Jokowi,  saat ini sedang berbenah dan berusaha keras mengambil kesempatan terbaik dari  momentum bonus demografi 2025 yang tinggal sesaat lagi.  Namun, pemimpin  negara justru  di’recoki’ berbagai berita hoax dan aneka statement  kontraproduktif dari para politikus.

Tanggapan  SBY berbeda sekali dengan yang apa dilakukan oleh Presiden Jokowi. Kala  Jokowi  menjadi Gubernur DKI Jakarta,  rumah dinasnya juga pernah disadap. Dan ini terjadi saat pemerintahan Presiden SBY. “Toh, Gubernur Jokowi ketika itu tak menanggapinya dengan  emosional,” terangnya.

Masih segar dalam ingatan kita, di akhir 2016 , sekelompok massa  mendemo kediaman orang tua Presiden Jokowi di Solo.  Apa reaksi Presiden Jokowi? Dia  tidak  menanggapi dengan emosional, apalagi  bercurhat- ria dengan  ‘memelas’ di sosial media. Dia, lebih-lebih, tidak pernah  mengerahkan kekuasaannya untuk menanggapi demo tersebut. “Tidak ada yang menzolimi  Presiden Republik Indonesia  ke 6, Pak SBY.  Yang terjadi justru orang orang di sekitar SBY sendiri yang telah menariknya menjadi sosok partisan dan bukan seorang negarawan yang bijak,” tuturnya.

Duta Joko Widodo mendukung dan menaruh hormat besar jika SBY berkenan mencurahkan sumbangsihnya dengan membantu Presiden Jokowi memberikan solusi.

Di antaranya, Permasalahan mangkraknya berbagai proyek yang terjadi di masa pemerintahannya. Berbagai proyek ini nilainya hampir 143 trilyun, seperti proyek Hambalang, 34 proyek pembangkit listrik,  pembangunan rel kereta api dan sebagainya. Juga,  membantu mengungkap aliran dana kasus Bank Century yang telah memakan korban ribuan nasabah serta kasus pembunuhan munir yang hampir selama pemerintahannya tidak bisa diungkap secara terbuka. “Bangsa ini tidak akan besar kalau para mantan pemimpinnya tidak berjiwa besar dan negarawan,” imbuhnya.

Duta Joko Widodo menyarankan SBY sebaiknya mencontoh jejak dan teladan  Presiden Republik Indonesia ke 3, BJ Habibie.  Yakni, menjadi  seorang pandita  bijaksana. “Maka sejarah bukan hanya akan mencatat Anda sebagai Presiden RI pertama yang terpilih dalam  pemilu langsung  yang demokratis  tapi  juga akan mengenang Anda  sebagai seorang negarawan,” pungkasnya.