Edison: Kampanye SARA Jadi Pemantik Konflik

154
ilustrasi

JAKARTA-Praktisi Hukum, Thomas Edison Rihimone, SH meminta KPU DKI Jakarta agar bersikap tegas terhadap pasangan calon gubernur DKI Jakarta yang mengusung kampanye suku, ras dan agama (SARA).  Hal ini penting mengingat kampanye hitam ini bisa menjadi pemantik konflik horisontal antar warga Jakarta. “Jadi, stop kampanye SARA. Ini tidak baik dan tidak sehat bagi demokrasi.  Isu SARA bisa menjadi pemantik yang kecil konflik, tetapi menjadi besar kalau dibiarkan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (16/3).

Seperti diketahui, suhu politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 kian panas. Tidak cuma menggelar aksi dukungan, saling serang antar kubu pasangan calon juga kerap terjadi. Bahkan tak sedikit dari aksi saling serang ini mengarah pada kampanye hitam antar pasangan calon.

Menurut Edison, KPU DKI Jakarta tidak boleh menutup mata dengan masifnya kampanye hitam ini. Karena itu, mereka harus bertindak tegas. Jika tidak maka KPU DKI Jakarta tidak dicurigasi sebagai partisan pilkada. “Kalau KPU DKI Jakarta tidak mampu menertibkan politisasi SARA maka mereka bisa meminta bantuan Polisi atau TNI. Jangan dianggap remeh temeh isu SARA ini,” tegasnya.

“KPU DKI Jakarta nggak usah takut. Rakyat pasti mendukung kalau mereka benar-benar berlaku adil,” urainya.

Dia menegaskan, politisasi SARA sangat berbahaya bagi perkembangan demokrasi maupun proses politik di Indonesia. Isu SARA ini memang pemantik yang kecil. Tetapi dia menjadi besar jika terjadi pembiaran oleh penyelenggara pemilu. “Kalau sampai isu SARA ini terus menjalar, saya kira ini kesalahan KPU DKI Jakarta.

Dia menjelaskan, jika KPU DKI Jakarta tidak mengambil sikap terkait maraknya kampanye bernuansa SARA maka tuduhan KPU DKI Jakarta bersikap tidak netral terbukti. “Saya berharap, KPU DKI Jakarta bisa menunjukan taringnya sebagai lembaga penyelenggara pilgub di DKI Jakarta kredibel,” pintanya.

Edison meminta KPU DKI Jakarta menjaga marwah pestas demokrasi rakyat Jakarta ini. Sebab, pilgub DKI Jakarta merupakan etasale Indonesia yang juga merupakan cerminan demokrasi di Indonesia.

Hal ini sebuah eksperimen politik yang baik sehingga wajib hukumnya pilgub DKI Jakarta sukses”. Saya minta KPU DKI Jakarta berbenah diri. Kalau mereka tidak mau berbenah diri, saya curiga, mereka punya agenda terselebung di pilgub DKI ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Edison yang jga Wakil Ketua Forum Pemuda NTTberharap pilgub DKI Jakarta ini berlangsung baik. Sebab, proses politik yang terjadi di Jakarta menjadi pertaruhan bangsa Indonesia. “Damainya Indonesia, Damainya Jakarta. Jangan karena pilkada ini, anak bangsa terpecah belah. Jangan sampai NKRI menjadi taruhan dari proses politik di DKI Jakarta. Yang namanya perbedaan pandangan politik dan ideologi menjadi hak dan pilihan demokrasi seseorang. Tetapi jangan sampai perbedaan mengoyak rasa persaudaraan sesama anak bangsa. Untuk itu, sikap-sikap intoleran harus dihilangkan,” pungkasnya.