Efek Sentimen Pelemahan Yen

46

JAKARTA-Pergerakan nilai tukar rupiah pada minggu kedua relative stabil dengan terkanan tertinggi mencapai level Rp.9.718 -Rp.9.747 per USD (kurs tengah Bloomberg). Namun memasuki minggu ke-4, tekanan rupiah terus melemah menembus Rp.9.740 per USD karena efek sentimen pelemahan mata uang yen. Yen Jepang telah menembus level psikologis diatas 100 per USD pada akhir minggu lalu. “Yen Jepang telah melemah 15% ytd, sedangkan rupiah justru menguat 0,39% ytd. Penguatan  rupiah ini menurun jika dibandingkan dengan Mei minggu ke-2 lalu sebesar 0,6% ytd,” ujar analis valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat (17/5).

Menurut dia. pelemahan Yen tidak hanya membawa sentimen pelemahan untuk rupiah tetapi juga melemahkanmata uang Asia lainnya terutama mata uang negara-negara eksporter competitor Jepang seperti won Korea (3,8% ytd), dolar Taiwan (2,57% ytd), dolar Singapura (1.35% ytd), peso Filipina (0,27% ytd), dolar HongKong (0,14% ytd).

Sedangkan mata uang Asia yang mneguat termasuk IDR adalah bath Thailand  (3,38% ytd), ringgit Malaysia (2,29% ytd), yuan Cina (0,39% ytd). Untuk minggu ke-3 Mei ini pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi pergerakan mata uang yen yang cenderung masih melemah. Rupiah bergerak dalam kisaran antara Rp.9.730 s.d Rp.9.760 per USD (kurs tengah Bloomberg).