Efisiensi Bank Bisa Turunkan Bunga Kredit

32

JAKARTA-Kalangan perbankan diminta lebih meningkatkan efisiensi biaya operasionalnya sehingga suku bunga kredit terutama segmen mikro bisa turun. “Tingkat bunga kredit mikro maupun kredit yang lainnya kalau kita lihat data itu terus mengalami penurunan,” kata Ketua Dewan Komisioner Muliaman D Hadad di Jakarta,Senin,(25/3)

Lebih jauh kata Muliaman, kompetisi perbankan yang sehat, maka mau tidak mau, suku bunga kredit mikro juga akan semakin terjangkau. “Kalau semua pihak menawarkan jasa keuangan dengan harga yang lebih murah, rasanya suku bunga mikro akan menurun secara gradual,” tambahnya

Meski demikian, pihaknya tidak menargetkan persentase penurunan suku bunga mikro.

Sebelumnya Bank Indonesia berusaha untuk terus menekan suku bunga kredit mikro yang masih sangat tinggi rata-rata 36 persen dengan berbagai jalan seperti dengan mewajibkan bank-bank dengan aset di atas Rp10 triliun mengumumkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) mikronya.

Muliaman juga mengatakan kemudahan akses terhadap pelayanan jasa keuangan merupakan hal yang penting untuk meningkatkan penyaluran kredit mikro kepada masyarakat. “Akses kepada pembiayaan mikro perlu diperbaiki, sebab kalau harganya murah tapi aksesnya sulit juga tidak memecahkan persoalan,” ujarnya

Menurut Muliaman, saat ini akses masyarakat terhadap pelayanan jasa keuangan masih rendah. Ada tiga faktor yang mempengaruhi hal tersebut yakni kurangnya edukasi, lokasi dan regulasi.

Terkait dengan upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap jasa keuangan, menurut dia, pihaknya akan melakukan revisi peraturan-peraturan yang terkait dengan hal tersebut jika nantinya OJK diberikan kewenangan. “Kalau nanti aturannya ada di OJK, saya tidak segan-segan untuk mereview-nya untuk memperbaiki akses masyarakat terhadap jasa keuangan,” tuturnya.

Sementara itu terkait tingginya suku bunga kredit mikro yang dikenakan perbankan, menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Destry Damayanti, kredit mikro yang disalurkan perbankan pada umumnya tidak memiliki jaminan sehingga menyebabkan suku bunga untuk kredit mikro menjadi lebih tinggi daripada kredit lainnya. “Suku bunganya tinggi karena nggak ada jaminan sehingga dianggapnya berisiko tinggi,” pungkasnya. **can