Ekonom Ragukan Kompetensi Agus Marto

31

JAKARTA-Pengamat ekonomi  Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Erani Yustika  meragukan kompetensi Menteri Keuangan Agus Martowardojo  menggantikan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). “Kompetensi Pak Agus yang ada di mikroprudensial itu tidak terlalu banyak berguna untuk jabatan Gubernur BI yang akan datang. Karena, lebih berat untuk mengurusi soal makro ekonomi dan kebijakan moneter, sehingga dalam hal ini relatif kurang cocok bagi beliau di BI,” terang Erani di Gedung DPR Jakarta, Selasa (19/3).

Erani mengungkapkan, fungsi BI sudah berbeda dari yang sebelumnya, mengingat pengawasan mikroprudensial perbankan sudah dipindahkan ke Otoritas Jasa Keuangan. Dengan demikian, lanjut dia, tugas Gubernur BI yang paling penting adalah mengurusi makro ekonomi, kebijakan moneter dan sistem pembayaran, serta ditambah sedikit soal makroprudensial perbankan.

Sementara itu, jelas Erani, Agus Marto justru dianggap berkompeten dan memahami mikroprudensial perbankan. “Ini karena pengalaman dia di situ, dengan segala kekurangannya, saya rasa prestasi Bank Mandiri saat dipimpin Pak Agus cukup bagus,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, di Kementerian Keuangan Agus Marto cukup menguasai dari sisi fiskal. “Pengalaman kurang lebih tiga tahun di Kementerian Keuangan juga menjadi modal yang penting untuk memahami bagaimana karakteristik fiskal kita. Dan itu menjadi bahan yang penting untuk melakukan koordinasi dengan BI,” tutur Erani.

Bahkan secara teknis di lapangan, menurut Erani, kepindahan Agus Marto nantinya justru akan merugikan perekonomian di dalam negeri. “Saya melihat bahwa Menteri Keuangan itu waktunya tinggal satu tahun. Di tengah situasi krisis ekonomi global, tentunya memerlukan mitigasi yang solid dari pemerintah. Kemudian kita tahu bahwa Menkeu harus menyiapkan RAPBN 2014 dan memastikan semua program bisa diimplementasikan sesuai perencanaan kementerian dan lembaga,” paparnya.

Erani memastikan, semua agenda kerja pemerintah tersebut akan terganggu, jika ada pergantian Menteri Keuangan. “Semua agenda itu akan terganggu kalau diganti orangnya. Waktunya terlalu pendek bagi penggantinya untuk belajar. Siapa pun penggantinya, pasti tidak akan tune in di situ, karena perlu waktu adaptasi di Kemenkeu. Jadi kalau Pak Agus diterima di BI, maka di Kemenkeu ada problem baru,” terangnya