Ekonom: Syarat Gubernur BI Berintegritas Tinggi

28

JAKARTA-Nama pengganti Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution yang saat ini memasuki masa pensiun sudah mulai muncul ke permukaan. Namun kalangan ekonom menyarankan agar gubernur BI  mendatang harus diisi oleh figur yang memiliki kredibilitas tinggi. Hal itu amat penting karena bank sentral menjadi pilar utama simbol kredibilitas perbankan nasional di mata internasional.”Saya kira, syaratnya adalah integritas tinggi, kapabilitas tinggi  dan sudah terbukti,” ujar pengamat perbankan Paul Sutaryono di Jakarta, Senin (18/2).

Seperti diketahui, Gubernur BI Darmin Nasution akan mengakhiri masa jabatannya pada Mei mendatang.  Mengacu pada Undang-Undang BI, nama calon tersebut harus diserahkan ke DPR paling lambat tiga bulan sebelum berakhirnya masa jabatan gubernur BI. Artinya, DPR harus sudah menerima usulan presiden paling lambat 22 Februari 2013.

Sementara itu beredar kabar bahwa calon-calon yang kini mulai dibicarakan adalah Dirjen Pajak Fuad Rahmany, Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, dan Wakil Kepala PPATK Agus Santoso.

Paul tidak mempersoalkan, apakah kandidat gubernur bank sentral ini harus diisi oleh orang dalam atau orang luar BI. “Selama memenuhi kriteris itu, saya kira sama saja,” jawab dia.

Berbeda dengan Paul,   pengamat ekonomi Purbaya Yudhi Sadewo menyarankan agar calon Gubernur BI berasal dari internal BI. Pasalnya, orang dalamlah yang akan lebih tahu permasalahan di Bank Sentral. “Ya sebaiknya dua orang dari pihak internal dan satu orang dari eksternal karena lebih mengerti masalah perbankan dan moneter serta BI. Tetapi, saya belum tahu siapa nama calonnya,” imbuh dia.

Meskipun begitu, Purbaya menyebut bahwa tugas Gubernur BI yang baru lebih ringan karena adanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedangkan Bank Sentral hanya berwenang menetapkan kebijakan moneter. “Tugas Gubernur yang baru nanti lebih ringan karena berkurang kewenangannya beralih ke OJK jadi otomatis lebih ringan dari sebelumnya,” jelas dia.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR, Achsanul Qosasi mengatakan Komisi XI DPR masih menunggu surat dari pemerintah  untuk calon pengganti. “Kemungknan Komisi XI akan memilih 1 Deputi Gubernur BI dan 1 lagi untuk Gubernur  BI,” kata dia.

Hal ini dilakukan karena  DPR dibatasi hanya memilih 2 Dewan Gub BI dalam 1 tahun. “Tetapi, sebaiknya dari dalam BI, agar chemestrynya langsung nyambung,” jelas dia.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Aziz  mengatakan akan memanggil semua stakeholder yang berhubungan dengan proses penggantian Darmin Nasution. Jawaban inilah yang akan mempengaruhi pengganti Gubernur BI yang baru. “Kita akan panggil semua, dari industri perbankan, pengamat perbankan dan lainnya untuk memberi masukan,” ujar dia.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Firmansyah mengatakan, SBY akan segera memberikan nama-nama calon Gubernur BI kepada DPR, namun sejumlah nama tersebut masih dalam pertimbangan. “Sedang dipertimbangkan. Nanti memang ada mekanisme yang akan seperti biasanya dari kita akan memberikan surat kepada DPR terkait hal tersebut,” kata Firmansyah di Jakarta belum lama ini.

Dia memastikan, penyampaian nama-nama itu tidak akan melebihi batas waktu yang sudah ditentukan dan mekanisme pemilihan akan berjalan sesuai aturan. “Masih ada waktu. Tunggu saja, nanti akan disampaikan sesuai dengan ketentuan. Yang pasti mekanisme akan dilakukan. Presiden juga mendengar, menerima dan memperhatikan waktu yang tersisa,”  pungkas dia.