Ekonomi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi

30
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Erwin Riyanto

YOGYAKARTA-Ekonomi digital dapat menjadi kunci pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan setengah penduduk Indonesia yang berusia di bawah 30 tahun, perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi. “Ekonomi dan keuangan digital juga dapat membuka kesempatan pengembangan keuangan inklusif,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Erwin Riyanto, dalam seminar “Digital Economy and Business for High Economic Growth”, di Yogyakarta Rabu (7/9).

Seminar merupakan kerja sama Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, London School of Economics and Political Science (LSE), Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (KAFEGAMA), dan Bank Indonesia Institute (BI Institute).

Dia menjelaskan berbagai potensi ekonomi dan keuangan digital, seperti efisiensi dan produktivitas yang meningkat. Meskipun demikian, ekonomi dan keuangan inklusif memerlukan peningkatan perlindungan konsumen serta sistem keuangan yang stabil. Untuk itu, BI telah dan akan terus melakukan kajian mengenai berbagai kesempatan dan risiko terkait ekonomi digital. Kajian tersebut sangat penting, mengingat perkembangan teknologi yang menyebabkan penggunaan ekonomi digital menjadi tak terhindarkan.

Seminar ini menghadirkan pembicara antara lain Prof. Jonathan Liebenau (Professor in Digital Economics and Business, LSE), Jungwook Lim (Director of Startup Alliance), Eddiwan Danusaputro (CEO Mandiri Capital Indonesia), Adrian Asharyanto Gunadi (Chairman Inventree), Eni V. Panggabean PhD (Executive Director, Payment Policy & Oversight Dept, Bank Indonesia) serta Stanislaus Tandelilin (CEO Sale Stock).

Pelaksanaan seminar kali ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih tinggi terhadap pengembangan ekonomi digital di Indonesia, serta rekomendasi kebijakan terkait ekonomi dan keuangan inklusif.