Ekonomi Indonesia Masih Tumbuh Melambat

32

JAKARTABank Indonesia (BI) mencatat, perekonomian Indonesia pada triwulan III-2013 tumbuh 5,6% (yoy), lebih lambat dari triwulan II- 2013 sebesar 5,8% (yoy). Kendati demikian, perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2013 sesuai dengan prakiraan bank sentral sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A. Johansyah mengatakan mengatakan perlambatan ekonomi terutama tercatat pada sisi investasi dengan menurunnya investasi bangunan dan rendahnya pertumbuhan investasi non-bangunan. Kinerja ekspor secara riil mengalami perbaikan meskipun diikuti dengan impor total yang meningkat. Sementara itu, konsumsi baik konsumsi rumah tangga maupun konsumsi pemerintah menunjukkan peningkatan.

BI menilai bahwa perlambatan ekonomi tidak terlepas dari pengaruh kebijakan stabilisasi yang dilakukan Pemerintah dan  bank sentral guna membawa pertumbuhan ekonomi ke arah yang lebih sehat dan seimbang. “Dengan perkembangan hingga triwulan III-2013,  BI masih memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2013 dalam kisaran proyeksi sebelumnya di 5,5-5,9% dan meningkat pada kisaran 5,8-6,2% di tahun 2014,” jelas dia.

Sementara itu, defisit Neraca Transaksi Berjalan diperkirakan menurun menjadi US$ 8,4 miliar pada triwulan III-2013 dibandingkan dengan hampir US$10,0 miliar pada triwulan sebelumnya. Perbaikan terutama tercatat pada surplus neraca perdagangan komoditas non-migas (fob) dengan menurunnya impor non-migas sejalan dengan melambatnya permintaan dalam negeri.

Selain itu, jelas dia defisit neraca jasa dan neraca pendapatan juga mengecil. Namun demikian, defisit pada neraca perdagangan migas meningkat dengan menurunnya produksi dalam negeri dan masih tingginya impor migas untuk konsumsi dalam negeri. Sementara surplus pada Neraca Transaksi Modal dan Finansial berkurang sebagai dampak dari aliran masuk investasi portfolio asing yang menurun akibat ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Sementara itu, Penanaman Modal Asing Langsung (Foreign Direct Investment) tercatat meningkat.

Dengan perkembangan tersebut, Cadangan Devisa Indonesia pada akhir Oktober 2013 mencapai US$97,0 miliar, meningkat US$1,3 miliar dari posisi akhir September 2013 sebesar US$95,7 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan 5,5 bulan impor atau setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.  “BI memandang jumlah tersebut cukup aman untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan berada di atas standar kecukupan internasional,” pungkas dia.