Ekspor Furnitur ke Eropa Anjlok 5,9%

34
Dirjen PEN Kemendag, Arlinda

JAKARTA-Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus membuat langkah strategis guna mendongkrak ekspor furnitur Indonesia yang sempat anjlok akibat lesunya ekonomi global. Data Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag menyebutkan  total ekspor furnitur Indonesia  selama periode Januari-Mei 2016 bernilai USD 716,7 juta atau menurun 5,9% dibandingkan periode yang sama pada 2015 yang mencapai USD 758,7 juta.

Direktur Jenderal PEN Kemendag Arlinda mengatakan salah satu upaya menaikkan volume ekspor furnitur Indonesia yakni dengan promosi. Termasuk, mengikuti pameran furnitur ternama di Eropa yang berlangsung pada 4-6 September 2016.

Dengan memanfaatkan penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), Kemendag mendukung penuh pengusaha furnitur luar ruang ramah lingkungan tampil pada SPOGA di Koln, Jerman. “SPOGA 2016 diharapkan mampu mendongkrak nilai ekspor furnitur. Ekspor Indonesia harus diupayakan terus-menerus agar meningkat,” papar Arlinda di Jakarta, Senin (5/9).

Arlinda menambahkan keputusan Inggris untuk berpisah dari Uni Eropa (Brexit) dapat berimbas negatif, mengingat Inggris merupakan negara tujuan ekspor furnitur terbesar Indonesia di pasar Uni Eropa (UE). “Produsen furnitur di dalam negeri harus mampu meningkatkan daya saing dan menambah pasar di negara Eropa lainnya,” ujarnya.

Sejak 2008, SPOGA khusus memamerkan produk funitur luar ruang akan diikuti oleh manufacturer, eksportir, distributor, wholesaler, reseller independen, importir perusahaan jasa dan buying office. Tahun ini, SPOGA diprediksi akan dikunjungi sekitar 40 ribu orang yang berasal dari 100 lebih negara.

Kali ini, Ditjen PEN Kemendag berkolaborasi dengan Atase Perdagangan Berlin, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg dan Switzerland Global Enterprise (SGE) melalui Swiss Import Promotion Programme (SIPPO). Sebanyak 14 perusahaan Indonesia terpilih berpartisipasi dalam Paviliun Indonesia seluas 329 m2 yang mengusung tema Trade with Remarkable Indonesia.

Keempatbelas perusahaan tersebut yaitu PT Aquila Java Natura (Aquiva Gallery), Bagaskara Galih Perkasa, CV Dijawa Abadi, PT Dewi Kranji Nusacitratama, PT Koloni Timur (East Colonial),  PT Equator Jingga, Green Riverina, Indah Desain Indonesia, PT Kernel Indonesia Potential, Ergo Furniture Indonesia, Casa Java Furniture, Khavindo Mebel Indonesia, Teak123, dan Ribka Furniture.

Selama proses persiapan SPOGA 2016, partisipan diseleksi ketat untuk memastikan kualitas dan kreativitas produk yang akan dipamerkan. Dijamin pula bahwa semua produk furnitur berasal dari sumber yang legal sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.