Ekspor Juli 2017 Naik 16,83%

1074

JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume perdagangan, baik ekspor maupun impor sepanjang bulan Juli 2017 mengalami peningkatan dibandingkan Juni 2017.

Total ekspor produk komoditi Indonesia pada Juli 2017 tercatat mencapai 13,62 miliar dollar AS atau meningkat 16,83 persen dibanding ekspor Juni 2017.

Sementara total impor yang masuk ke Indonesia pada Juli 2017 mencapai 13,89 dollar AS miliar atau naik 39,00 persen dibanding Juni 2017.

Kepala BPS K. Suhariyanto mengatakan, dibanding Juni 2016 lalu, total ekspor Indonesia menunjukkan pertumbuhan sebesar 41,2 persen.

Sementara total impor pada periode yang sama mengalami peningkatan sebesar 54,02 persen.

“Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari – Juli 2017 mencapai 93,59 miliar dollar AS atau meningkat 17,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai 84,83  miliar dollar AS atau meningkat 17,37 persen,” kata Suhariyanto kepada wartawan, di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Selasa (15/8) .

Sedangkan nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Juli 2017, menurut Suhariyanto, mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 13,54 persen, 16,31 persen, dan 9,27 persen.

Dia mengemukakan, ekspor nonmigas Juli 2017 mencapai 12,44 miliar dolla AS, naik 19,85 persen dibanding Juni 2017. Demikian juga dibanding ekspor Juli 2016 naik 43,83 persen.

“Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juli 2017 terhadap Juni 2017 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar 241,6 juta dollar AS (17,17 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada aluminium sebesar 12,5 juta dollar AS (24,66 persen),” jelas Suhariyanto.

Ekspor nonmigas Juli 2017 terbesar, menurut Kepala BPS, adalah ke Tiongkok yaitu 1,60 miliar dollar AS, disusul Amerika Serikat 1,39 miliar dollar AS, dan Jepang 1,34 miliar dollar AS, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,88 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar 1,39 miliar dollar AS.

Sementara menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari – Juli 2017 berasal dari Jawa Barat dengan nilai 16,22 miliar dollar AS (17,34 persen), diikuti Jawa Timur 10,29 miliar dollar AS  (10,99 persen) dan Kalimantan Timur  9,77  miliar dollar AS (10,44 persen).

Lebih lanjut, dia menjelakan, impor nonmigas Juli 2017 mencapai 12,11 miliar dollar AS atau naik 44,31 persen dibanding Juni 2017, demikian juga bila dibanding Juli 2016 naik 61,23 persen.

Sedangkan impor migas Juli 2017 mencapai 1,78 miliar dollar AS atau naik 11,12 persen dibanding Juni 2017, dan juga meningkat 18,07 persen jika dibanding Juli 2016.

“Peningkatan impor nonmigas terbesar Juli 2017 dibanding Juni 2017 adalah golongan mesin dan peralatan mekanik 618,1 juta dollar AS (47,44 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung 139,7 juta (61,08 persen),” jelas Suhariyanto.

Sedangkan negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juli 2017,, ditempati oleh Tiongkok dengan nilai 18,82 miliar dollar AS (25,84 persen), Jepang 8,31 miliar dollar AS (11,41 persen), dan Thailand 5,33 miliar dollar AS (7,32 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,60 persen, sementara dari Uni Eropa 9,32 persen