Elit PKS Bantah Azimah Kader Inti

82

JAKARTA-Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengaku tidak tahu menahu soal anggota KPI Azimah Subagijo yang dikatakan sebagai kader PKS. Apalagi saat ini internal PKS sedang sibuk melakukan rotasi. “Saya baru pindah ke Komisi I DPR, saya belum bisa bicara itu (red:soal Azimah). Coba tanyakan ke Pak Mahfudz siddiq yang mejadi Kketua Komisi I kemarin,” katanya di Jakarta, Senin (9/5/2016).

Hidayat mengaku meski dirinya anggota majelis syuro PKS, tapi tidak pernah mengenal Azimah.”Saya tidak tahu apakah dia punya kartu nama PKS. Yang sudah lama di komisi I kan Mahfudz dia mungkin punya informasi lebih detil mengenai itu,” tambahnya.

Dia pun menegaskan PKS tidak bisa memecat Azimah karena sampai saat ini dirinya tidak tahu kebenaran apakah Azimah kader PKS atau tidak. Dia pun menolak membandingkan langkah PKS memecat Wakil Ketua DPR yang juga kader PKS sebagai anggota disemua tingkatan. “Soal pecat memecat itu kan, ada pelanggaran atau tidak. Orang dipecat kan karena ada kesalahan. Kalo tiba tiba disebut kader dan disamakan dengan yang sudah dapat sanksi, ya harus jelas juga masalahnya. Dia kader gak, punya salah gak, kalo punya salah terbukti gak,” jelasnya.‎

Sementara Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq mengatakan dirinya sama tidak mengetahuinya dengan Hidayat soal status Azimah di PKS. Namun dirinya mendapatkan penjelasan dari Tifatul Sembiring bahwa Azimah adalah kader inti PKS di Jakarta. “Sama seperti Pak HNW, saya juga gak tahu persis. Tapi karena berita-berita soal Azimah ini sudah ramai di media massa dan media sosial, serta cenderung negatif isinya, saya pun menanyakan soal status azimah pada saat rapat pleno FPKS beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Dalam rapat pleno itu, kata Tifatul Sembiring, bahwa Azimah Subagyo itu adalah kader inti PKS di DKI jakarta. “Itu aja yang saya tahu,” tegasnya.

Dihubungi secara terpisah, Yani salah seorang murobi (guru ngaji) PKS di DPC PKS Jakarta Selatan mengaku memang pernah mengenal sosol Azimah. Namun dirinya membantah sebagai murobi karena faktanya dia hanya menjadi guru di sekolah biasa. “Memang pernah kenal, tapi kalau dibilang murobi, saya jauh dari itu. Murobi itu guru yang banyak ilmu, saya kan hanya guru sekolah.Kalau pun saya dipanggil ustadzah karena saya mengajar murid-murid di sekolah dan juga orang tua murid,” jelasnya.

Yani pun meminta agar masalah keaggotaan Azimah di PKS di klarifikasi kepada pihak yang berwenang atau kepada pihak yang menyatakan Azimah sebagai kader PKS.”Mungkin boleh dicek sama yang blg.Saya gak ngerti,dia punya data apa,” tandasnya.

Sebelumnya juga Komite Informasi Pusat (KIP) Abdulhamid Dipopramono meminta KPI untuk transparan memproses laporan masyarakat soal Azimah. Dia pun meminta PKS dan juga Ormas MKGR dimana Azimah diberitakan sebagai anggota memberikan klarfikasi karena ini sudah melanggar UU Penyiaran. ***