Eni : Gas JTB Bisa Efisiensikan PLN

21
mineralenergi.com

JAKARTA-Kalangan DPR berharap produksi gas Lapangan Unitisasi Jambaran–Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur benar-benar memberi manfaat yang besar kepada masyarakat luas. Setidaknya bisa menyelesaikan pasokan gas ke PLN dan harga listrik bisa murah. “Kalau tidak salah gas ini akan diberikan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jadi kita berharap memang bermanfaat, terutama untuk listrik yang murah,” kata anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih melalui siaran persnya di Jakarta, Senin (26/9/2017).

Oleh karena itu, kata anggota Fraksi Partai Golkar, pemerintah harus berani menjami agar harga gas tersebut bisa semurah mungkin. “Kalau memang benar-benar untuk PLN, ya harusnya harganya di bawah US$6/MMBTU, supaya PLN tidak terbebani,” tandasnya.

Selain membuat efisiensi PLN, lanjut Eni, murahnya harga gas JTB akan menghidupkan sektor industri yang selama ini mengeluh soal tingginya harga gas. “Kita ingin tahu juga harganya, berapa yang dijual ke industri, jangan sampai melebihi US$6/MMBTU,” ucapnya.

Seperti diketahui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan resmi melakukan peletakan batu pertama Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Peletakan batu pertama yang dilakukan pada Senin (25/9/2017) ini telah menjadi tahapan penting yang menandai dimulainya pekerjaan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (gas processing facilities/GPF).

Proyek JTB ini sendiri memiliki kapasitas produksi yang mencapai 330 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).  Seluruh produksi gas ini juga akan digunakan untuk kebutuhan dalam negeri alokasi sebesar 100 MMSCFD diperuntukkan ke Pertamina yang kemudian dialirkan ke PLN untuk kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sementara sebesar 72 MMSCFD akan memasok kebutuhan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur. ***