Fahira Idris: LGBT Penyumbang Terbesar Penyakit Kelamin

209
Ketua Pembina Yayasan Selamatkan Anak Bangsa, Fahira Idris

JAKARTA-Ketua Pembina Yayasan Selamatkan Anak Bangsa, Fahira Idris meminta pemerintah dan DPR membuat regulasi yang ketat untuk membendung penyebaran lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Indonesia.

Sebab penyumbang terbesar penderita AIDS di Indonesia adalah golongan LGBT yang diakibatkan prilaku seks menyimpang dari komunitas ini.

“Seks bebas merajalela, penyebaran penyakit kelamin dan virus HIV akan semakin mudah menjangkit anak-anak kita. Karena penyumbang terbesar penderita AIDS adalah golongan LGBT yang diakibatkan prilaku seks menyimpang mereka,” jelas di Jakarta, Senin (29/1).

Data Kemenkes menyebutkan Indonesia tercatat sebagai Negara ke 5 denganya pertumbuhan komunitas LGBT terbesar di dunia dengan populasinya mencapai 1 juta orang lebih.

“Jadi memang ‘menambah populasi’ menjadi salah satu strategi gerakan LGBT untuk menaikkan daya tawar mereka di dalam masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan gerakan LGBT di negara-negara Amerika dan Eropa lantaran disokong dana besar dan dukungan dari berbagai perusahaan besar serta lembaga internasional. Hal ini membuat mereka mampu mempengaruhi para pengambil kebijakan di Negara-negara lain. Salah satunya mengintervensi penyusunan produk UU yang menguntungkan mereka, termasuk melegalkan pernikahan sesama jenis.

“Trend kenaikan jumlah mereka patut kita sikapi dengan tegas. Salah satunya menutup pintu-pintu regulasi yang menguntungkan mereka,” tuturnya.

Selain itu jelasnya, bangsa Indonesia harus melawan propaganda yang secara masif dilakukan mereka lewat berbagai cara. Karena mereka tidak mungkin mengandalkan keturunannya untuk menjadi pendukung gerakan mereka, sehingga propaganda menjadi jalan satu-satunya  untuk menambah populasi.

“Propoganda dan promosi LGBT apalagi di kalangan anak dan remaja harus kita dihentikan,” ujarnya.

Dia mengatakan, dampak dari masifnya penyebaran LGBT ini  sangat banyak. Salah satunya ketahanan keluarga akan runtuh. Selain itu, tatanan dan norma-norma yang dianut rusak.

“Jika ketahanan sosial dan tatanan sosial sudah rapuh apalagi yang bisa diharapkan dari sebuah bangsa kecuali menunggu kehancuran. Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu pernah mengatakan fenomena kemunculan LGBT di Indonesia adalah bagian dari proxy war atau perang proksi untuk menguasai suatu bangsa tanpa perlu mengirim pasukan militer. Itulah kenapa bangsa ini, harus bahu membahu mengembalikan mereka ke kodratnya.

Lebih lanjut dia mengatakan semua kelompok semua kelompok masyarakat rentan terjangkit LGBT, tanpa terkecuali. Namun memang beberapa kasus banyak terjadi terutama anak-anak muda dari golongan ekonomi lemah yang terjerat dengan perilaku LGBT ini karena diimingi uang dan kehidupan yang mapan jika mau menjadi pasangan seorang gay atau lesbi.

“Semua strata masyarakat. Makanya pasal-pasal pemidanaan praktik LGBT mendesak untuk segera disahkan dalam KUHP. Selama ini seks bebas marak, kumpul kebo lumrah, dan pesta seks sesama jenis sering berlangsung, karena tidak ada hukum tegas yang mengaturnya,” pungkasnya.