Fahri Sanjung Hubungan Muhammadiyah dan Bung Karno

65

SUMBAWA-Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membeberkan keterkaitan antara Muhammadiyah dan Presiden Soekarno. Bahkan Muhammadiyah turut memberikan saham bagi kemerdekaan dan perjalanan bangsa. “Bung Karno adalah proklamator kemerdekaan. Waktu diusir di Bengkulu, banyak orang tidak tahu bahwa beliau adalah tokoh bangsa dan sekaligus guru agama,” katanya dalam acara peletakan batu pertama pembangunan SMP Muhammadiyah Kecamatan Utan, Sumbawa, Senin (10/7/2017).

Di Bengkulu, kata mantan Ketua KAMMI, beliau menjadi guru dari Sekolah Muhammadiyah. Menjadi guru dari Ibu Fatma. Bung Karno kemudian menikah dengan Fatmawati. Anaknya yang lahir salah satunya bernama Megawati. Sekarang, Megawati menjadi Ketua Umum dari partai terbesar di Indonesia. Memenangi Pilpres, dimana Jokowi adalah Presidennya. “Jadi, salah satu pemegang saham besar republik ini adalah Muhammadiyah. Makanya, pas saja kalau Menteri Pendidikan dari Muhammadiyah”, sambung Fahri yang disambut dengan tawa hadirin.

Lebih jauh Fahri menjelaskan Muhammadiyah telah berperan besar pada bangsa ini. Sejak kelahirannya pada tahun 1912 hingga kini, Muhammadiyah adalah salah satu pergerakan islam tertua di indonesia dan juga salah satu yang terbesar di dunia. Sebelum ada pergerakan nasional, organisasi ini menjadi ruh dan ibu kandung pergerakan.

Fahri Hamzah juga bercerita bahwa salah satu yang memicu reformasi di Indonesia adalah pidato tokoh Muhammadiyah bernama Amien Rais. Pidatonya berjudul “Perlunya Suksesi Kepemimpinan Nasional”, menjadi bahan diskusi di kampus dan mahasiswa. “Mahasiswa bergerak lalu lahirlah reformasi.

Salah satu penggerak reformasi namanya Fahri Hamzah yang pernah bersekolah di Ibtidaiyah Muhammadiyah Utan. Kemudian melanjutkan ke SMP Muhammadiyah Utan dan SMA Muhammadiyah Sumbawa. “Jadi, salah satu pemberi jasa kelahiran reformasi adalah anak Utan yang juga orang Muhammadiyah,” katanya setengah berkelakar.

Di akhir sambutannya, Fahri Hamzah menyatakan bahwa Muhammadiyah harus terus memberikan kontribusi bagi pendidikan nasional. Kehidupan bangsa yang bernafaskan ruh agama harus menjadi visi bersama dan harus kita perjuangkan bersama seluruh komponen bangsa. ***