Fee Income Bank Danamon Meningkat 9%

43

JAKARTA-Bank Danamon memperlihatkan kinerja positif selama kuartal I-2013. Selain tingkat pertumbuhan yang sehat di sisi kredit, Danamon juga mencatatkan peningkatan fee income sebesar 9% menjadi Rp 1,1 triliun yang disebabkan oleh kenaikan pos-pos pendapatan terkait penyaluran kredit dan pendapatan-pendapatan dari bisnis bancassurance dan asuransi umum. ”Pendapatan terkait penyaluran kredit telah tumbuh 5% mencapai Rp 823 miliar, sementara pendapatan fee income bancassurance dan asuransi umum naik masing-masing sebesar 15% dan 21%,” ujar Direktur dan Chief Financial Officer Danamon, Vera Eve Lim, di Jakarta, Kamis (18/4).

Sementara itu, total kredit Danamon pada akhir kuartal I-2013 mencapai Rp 117 triliun atau tumbuh sebesar 11% dari Rp106 triliun pada kuartal pertama tahun 2012. Pertumbuhan kredit ini didorong oleh pertumbuhan kredit pada segmen mass market, yang bertumbuhan sebesar 8% pada kuartal pertama tahun 2013 menjadi Rp 66 triliun. Kredit mass market, yang berkontribusi 56% terhadap total kredit Danamon, mencakup kredit melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market), kredit kepemilikan kendaraan bermotor melalui Adira Finance, kredit perabotan rumah tangga (durable goods) melalui Adira Kredit, dan Solusi Emas Syariah, yang merupakan pembiayaan syariah beragun emas. 

Dalam hal pendanaan, Danamon membukukan pertumbuhan pesat pada layanan giro dan tabungan (CASA), yang tumbuh sebesar 15% menjadi Rp 41,8 triliun. Giro tumbuh sebesar 22% menjadi Rp 15,9 triliun dan tabungan tumbuh sebesar 12% menjadi Rp 25,9 triliun. Sementara itu, deposito turun 11% menjadi Rp47,2 triliun. “Pertumbuhan pada CASA dan penurunan pada deposito merupakan bagian dari strategi pendanaan untuk mengurangi dana mahal. Selain itu, biaya dana turun menjadi 4,4% dari 5,1% pada kuartal pertama tahun 2012,” tambah Vera Eve Lim.   

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) konsolidasian naik dari 19,1% pada tahun sebelumnya menjadi 20,1% pada akhir bulan Maret tahun 2013. Rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio) naik menjadi 103,5% dari 98,6% pada kuartal pertama tahun 2012. Sementara itu, rasio kredit terhadap total pendanaan, yang memperhitungkan dana jangka panjang, berada pada posisi 89,4% pada akhir Maret 2013 dibandingkan 87,5% pada periode yang sama tahun lalu.