FKB DPR Sumbang Korban Bencana Rp200 Juta Untuk Garut dan Sumedang

FKB DPR Sumbang Korban Bencana Rp200 Juta Untuk Garut dan Sumedang

0
BERBAGI

GARUT-Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI menyerahkan bantuan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor berupa uang tunai senilai Rp 200 juta. Ditambah dengan bantuan logistik diantaranya Sembako, dan alat mandi yang dialokasikan sebanyak 500-600 paket untuk setiap kecamatan. “Dengan begitu, diharapkan bisa meringankan masyarakat korban bencana bisa kembali ke rumahnya masing-masing dan beraktivitas seperti sedia kala,” kata anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Jawa Barat, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz di sela-sela kunjungannya ke lokasi bencana banjir bandang di Kampung Lapangan Paris, dan Kampung Cimacan, Kabupaten Garut, pada Jumat (23/9/2016).

FKB DPR, lanjut Neng Eem, menyampaikan duka-cita yang mendalam bagi korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Garut dan Sumedang, yang terjadi pada Rabu (21/9/2016) dini hari itu. “Bencana ini menjadi pelajaran bersama bahwa pembangunan untuk kemaslahatan masyarakat hendaknya dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan,” tambahnya.

Turut hadir dalam rombongan FPKB adalah Acep Adang Ruhiyat (Komisi IV), Arzetti (Komisi VIII), dan H. Cucun Ahmad Syamsurijal Sekretaris FPKB DPR dan anggota Komisi IV DPR RI.

Rombongan secara simbolis menyerahkan bantuan bagi korban bencana berupa uang tunai senilai Rp 200 juta, dan bantuan logistik diantaranya Sembako, dan alat mandi yang dialokasikan sebanyak 500-600 paket untuk setiap kecamatan.

Rombongan melakukan kunjungan langsung ke dua kampung yang mengalami bencana paling hebat, yaitu kampung Lapangan Paris dan Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, yang lokasinya di pinggiran Sungai Cimanuk.

Data terakhir menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa dalam bencana di Garut ini sebanyak 26 orang dan 23 orang lainnya masih dinyatakan hilang serta ratusan jiwa mengungsi di beberapa titik posko yang tersebar.

Menurut Neng Eem, bencana yang mengerikan ini sangat mungkin terjadi karena faktor alam dan faktor manusia. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Garut dan sekitarnya menjelang terjadinya banjir bandang ini, menjadi salah satu faktor alam yang mendorong terjadinya bencana ini. “Faktor lainnya adalah faktor manusia. Ini yang hendaknya menjadi bahan evaluasi untuk kita bersama. Bagaimana pembangunan yang kita laksanakan selalu berwawasan lingkungan. Buruknya ekosistem di hulu Sungai Cimanuk akibat banyaknya lahan yang beralih fungsi, kemungkinan besar juga menjadi faktor penyebab terjadinya bencana ini,” kata Neng Eem.

Karena itu, Neng Eem berharap, penyebab bencana ini hendaknya dikaji secara mendalam sehingga tidak terulang di masa mendatang.

Selain itu, lanjutnya, penanganan bencana juga harus dilakukan secara cepat, terutama untuk pemulihan infrastruktur di Kabupaten Garut, seperti rumah sakit, jembatan, sekolah, kantor-kantor pemerintah dan perumahan masyarakat yang rusak berat maupun sedang dan ringan, harus segera dibantu dan diselesaikan. “Anak-anak juga bisa kembali bersekolah, dan para orang tua,” imbuhnya. ***