FSI Peka Fund Donasikan Rp 1,2M ke Tiga Organisasi Nirlaba

38

JAKARTA-Reksa Dana First State IndoEquity Peka Fund (FSI Peka Fund) menyalurkan dana sejumlah Rp1,2 milyar kepada Yayasan Kelola, The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) dan yang terkini adalah Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap masyarakat, budaya dan lingkungan. Donasi yang diberikan merupakan 0,5% dari nilai investasi yang dikelola di dalam FSI Peka Fund. “First State IndoEquity Peka Fund yang dikelola oleh First State Investments Indonesia bersama dengan Citibank Indonesia sebagai distributor eksklusif dan bank kustodian merupakan pionir di industri reksa dana saham yang selain mengoptimalkan imbal hasil pada portofolio investor sekaligus mengusung konsep tanggung jawab sosial dengan memberikan kontribusi kepada komunitas lokal” jelas Presiden Direktur FSI Indonesia, Hario Soeprobo di Jakarta, Kamis (13/3).

FSI Peka Fund katanya memiliki fitur filantropi dengan menetapkan biaya pengelolaan reksa dana 25% lebih rendah dari biaya pengelolaan reksa dana saham pada umumnya. Hal ini dimaksudkan agar para investor dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan program pengembangan masyarakat, budaya dan lingkungan di Indonesia, tanpa mempengaruhi kinerja reksa dana yang bersangkutan.

Sejak tahun 2010, FSI Peka Fund telah mendonasikan dana sebesar Rp1,575 milyar ke Yayasan Kelola dan The Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Selain meningkatkan jumlah donasi dari Rp900 juta yang disalurkan tahun lalu menjadi Rp1,2 milyar, FSI Peka Fund juga menambahkan Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) sebagai salah satu organisasi penerima donasi di tahun 2014.  “Kemitraan kami dengan Frist State Indonesia dilandasi oleh visi yang sama dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah dan masyarakat Indonesia melalui produk dan layanan kami,” ujar Rustini Dewi, Retail Bank Head Citi Indonesia.

“Oleh karena itu, kami sangat bangga karena nasabah kami sekali lagi dapat turut serta mendukung peningkatan kapasitas seni dan budaya Indonesia melalui Yayasan Kelola, melestarikan lingkungan Indonesia melalui yayasan BOS dan tahun ini, nasabah kami turut aktif dalam meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat Indonesia melalui lembaga swadaya masyarakat PPSW,” imbuhnya.

Sejak didirikan pada tahun 1986, PPSW berfokus untuk memberikan pendidikan keuangan kepada perempuan berusia matang atau di atas 40 tahun. Tidak kurang dari 22.474 perempuan yang tergabung dalam 631 Kelompok Wanita Pengembang Sumberdaya (KPSW) di enam Provinsi—DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Riau dan Nanggroe Aceh Darussalam telah dikembangkan oleh PPSW. “Dukungan dana FSI Peka Fund akan sangat membantu kami tidak hanya dalam melaksanakan dan mengembangkan, namun juga dalam memperluas jangkauan program pendidikan keuangan yang telah kami jalankan di enam provinsi di Indonesia,” tutur Tri Endang Sulistyowati, Pengurus Asosiasi PPSW.

Donasi yang diberikan FSI Peka Fund kepada Yayasan Kelola dan Yayasan BOS tahun lalu juga telah memberikan sumbangsih positif terhadap masyarakat dan lingkungan. “Berkembangnya seni dan budaya di Indonesia sering terbentur oleh keterbatasan dana yang dibutuhkan oleh para seniman untuk berkarya,” tutur Ketua Pengurus Yayasan Kelola, Linda Hoemar Abidin. “Bantuan dana seperti yang disalurkan oleh FSI dan Citibank sangat bermanfaat guna menciptakan, berinovasi dan melanjutkan berbagai program yang mendukung para seniman untuk terus meningkatkan kualitas karya hingga ke taraf internasional.” 

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia selama beberapa tahun terakhir juga diiringi oleh meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah (emerging affluent) dan kelas atas (affluent) yang semakin peduli dengan kesejahteraan komunitas dan lingkungan di sekitar mereka. Menanggapi hal tersebut, Citibank aktif dalam memperkenalkan dan memasarkan produk FSI Peka Fund, yang mendatangkan keuntungan bagi investor serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, kepada seluruh nasabah, terutama para nasabah affluent Citigold.