Gaet Wisman, BOP Labuan Bajo-Flores Siapkan Promosi Wisata Berbasis Budaya

23

JAKARTA-Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya memimpin langsung delegasi Indonesia dalam pameran pariwisata terbesar di dunia Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin. Pameran yang berlangsung pada 6-10 Maret 2019 itu diharapkan memberikan berkontribusi signifikan bagi pencapaian target 20 juta wisatawan asing tahun ini.

Tak ketinggalan, Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo dan Flores menyiapkan promosi berbasis budaya guna menggaet sebanyak mungkin wisatawan mencanegara.

Hadirnya destinasi pariwisata Indonesia di bursa ITB Berlin sebagai platform bisnis dunia yang diikuti 10.000 peserta dari 180 negara memberi daya tarik dan antuasiasme tersendiri bagi para pengunjung pameran.

Pemerintah Indonesia pemerintah telah menetapkan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau 10 “Bali baru” guna mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara hingga 2019,

Adapun 10 KSPN berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 adalah Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Morotai (Maluku Utara), Pulau Komodo-Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Danau Toba (Sumatra Utara), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Mandalika Lombok (Nusa Tenggara Barat), dan Tanjung Lesung (Banten).

KSPN Labuan Bajo Komodo didukung pembangunan akses jalan bandara ke Labuan Bajo.

Dalam ajang ITB Berlin ini, beberapa destinasi wisata dari pulau Flores diantaranya kampung wisata Wae Rebo dan Pulau Padar, Labuan Bajo, pertunjukan tarian khas daerah serta kuliner budaya, kopi Flores juga turut memeriahkan pameran yang diadakan di Messe Berlin ini.

Menariknya lagi, Pulau Padar, Labuan Bajo dikemas dengan konsep yang begitu menarik, ikonik dan mobile. Bahkan pada dinding circle city bus, selama Maret 2019 ini akan terus menjadi exposure branding bagi salah satu destinasi Wonderful Indonesia.

Dirut Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo dan Flores, Shana Fatina memberi respon positif atas destinasi wisata Flores; kampung tradisional Wae Rebo dan Pulau Padardalam bursa ITB Berlin ini.
Dia berharap, event internasional ini memberikan multipliyer effect bagi dunia pariwisata di Indonesia, terutama di wilayah Flores.

“Setiap tahun, kami berpartisipasi dengan memperkenalkan destinasi-destinasi wisata yang ada di Labuan Bajo dan seluruh Flores,” jelasnya.

Eropa kata Shana menjadi salah satu target utama pasar pariwisata Labuan Bajo yang tiap tahunnya meningkat. Pada tahun 2018 lalu, kunjungan wisata mancanegera ke Labuan Bajo meningkat sekitar 42%.

“Dan sebagian besar wisatawan mancanegara yang datang berkunjung berasal dari Eropa,” ucapnya.

Lebih lanjut Shana berharap, terbentuknya BOP Labuan Bajo dan Flores ini membuat dunia pariwisata semakin digandrungi turis asing. Hal ini akan memberi dampak positif bagi peningkatan pemasukan devisa negara sektor non pajak dan khususnya memberi dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat setempat.

“Kami berharap promosi wisata terutama wisata berbasis budaya akan makin efektif dan mendatangkam makin banyak wisatawan mancanegara,” tuturnya.

Seperti diketahui, pameran perdagangan pariwisata terbesar di dunia, ITB) Berlin ini diikuti 10.000 peserta dari 180 negara, dengan 1.000 pembeli top berkualitas dan dikunjungi 110.000 pembeli dari 160.000 jumlah pengunjung

ITB Berlin adalah platform bisnis terkemuka untuk penawaran wisata global. Perusahaan yang diwakili dalam pameran tersebut meliputi hotel, papan wisata, operator tur, penyedia sistem, maskapai penerbangan, dan perusahaan penyewaan mobil.

Kementerian Pariwisata mengajak 95 industri pariwisata yang terdiri dari operator tur, agen perjalanan, hotel dan resort, dan kantor pariwisata pemerintah daerah yang mengisi Paviliun Indonesia di ITB Berlin. Selama pameran para industri pariwisata bertemu dengan para pemangku kepentingan dari industri pariwisata dunia.