Gandeng GBR, Jamkrindo Genjot Transaksi Bisnis Sistem Resi Gudang

66

JAKARTA-Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) menggandeng kemitraan dengan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) untuk meningkatkan sinergi kedua BUMN untuk meningkatkan bisnis Sistem Resi Gudang (SRG). Dengan kerjasama ini manfaat penjaminan Sistem Resi Gudang bisa langsung dirasakan masyarakat (khususnya petani). “Dan korporasi dalam hal terjadi kegagalan, ketidakmampuan dan kebangkrutan pengelola gudang dalam menjalankan kewajibannya,” kata Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S. Anwar di Jakarta, Senin(19/9/2016).

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S. Anwar dan Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), R Ruli Adi di Kantor Pusat Perum Jamkrindo.

Lebih jauh kata Diding, penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai bentuk sinergi BUMN terhadap potensi yang dimiliki oleh masing-masing pihak. “PT Bhanda Ghara Reksa (Persero ) sebagai penerbit sertifikasi resi gudangnya dan pemilik gudang akan sangat membantu tugas Perum Jamkrindo dalam menjalankan bisnis sistem resi gudang yang menjadi tugas dari Perum Jamkrindo,” tambahnya

Pelaksanaan Penjaminan Sistem Resi Gudang Perum Jamkrindo mengacu kepada Undang – Undang No. 9 tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang – undang No. 9 tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang serta Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 2016 tentang Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang, dimana Perum Jamkrindo ditetapkan sebagai Lembaga Pelaksana Penjaminan Sistem Resi Gudang.

Diding menjelaskan kemitraan yang dijalin dengan PT Bhanda Ghara Reksa terbilang strategis yang bertujuan untuk mendukung kelancaran kegiatan bisnis kedua perusahaan serta meningkatkan kinerja masing-masing pihak sehingga tercapai sinergi BUMN yang lebih baik.

Jamkrindo juga telah Pelaksanaan Bench marking implementasi SRG di Bulgaria dan sosialisasi kepada kepada Petani dan Pelaku usaha (Medan, Parapat dan Palembang) sebagai langkah awal Pelaksanaan Sistem Resi Gudang ini.

14 (empat belas) komoditi yang dapat memperoleh Penjaminan Sistem Resi Gudang antara lain Rotan, gabah, gambir, beras, teh, jagung, karet, rumput laut, kopi, kakao, timah, lada, kopra dan garam.

Perum Jamkrindo sesuai dengan UU No 1 Tahun 2016 tentang Penjaminantentunya dibantu oleh lembaga perbankan dan lembaga keuangan atau diluar lembaga keuangan siap memberikan kredit, pembiayaan berdasarkan prinsip syariah atau kontrak jasa kepada UMKM.

Jamkrindo selalu siap berkontribusi dengan menyerap risiko pembiayaan yang dikucurkan perbankan dan non perbankan kepada UMKM dengan penjaminan kreditnya, baik program penjaminan kredit program KUR maupun penjaminan kredit lainnya.

Guna meningkatkan pelayanan kepada mitra kerja, Perum Jamkrindo telah memiliki jaringan pelayanan di seluruh Indonesia. Hingga saat ini Jamkrindo total memiliki 56 Kantor Cabang dan 13 Kantor Unit Pelayanan.

Sementara itu Direktur Utama BGR, R. Ruli Adi menjelaskan dalam SRG, perseroan memiliki tiga peran utama, yakni sebagai pengelola gudang, pembina calon pengelola gudang, dan penguji kesesuaian gudang. Sebagai pengelola gudang SRG, perseroan berupaya meningkatkan area layanan yang ada. “BGR juga berperan melatih dan mensupervisi calon pengelola gudang dalam waktu enam bulan hingga setahun,” jelas Ruli.

Sepanjang 2016, BGR telah mengelola sebanyak 24 gudang SRG yang tersebar di 24 kabupaten. Sedangkan untuk resi gudang yang telah diterbitkan sepanjang 2016, yakni sebanyak 42 resi gudang dengan jumlah tonase sejumlah 758.438 ton. “Sekitar 86,7% komoditi yang disimpan dan telah diterbitkan resi gudangnya adalah gabah, sisanya yakni kopi, , rotan, dan jagung. Juga terdapat komoditas rumput laut yang disimpan di gudang SRG,” terang Ruli.

Sebagai penguji kesesuaian gudang, BGR berfungsi melakukan survey kelayakan gudang SRG. Kelayakan gudang tersebut dinilai dari format kelayakan standard gudang yang ada, kesiapan gudang dengan segala sarana dan prasarana, serta kesiapan gudang untuk digunakan dan terhindar dari resiko kehilangan berat/ kesusutan karena faktor eksternal.

Lebih lanjut, Ruli berharap sosialisasi SRG dilakukan dengan optimal oleh seluruh pemangku kepentingan yang ada, termasuk BGR dan Jamkrindo. Selain itu, diharapkan SRG tidak hanya diposisikan sebagai fungsi gudang yaitu penumpukan sementara ataupun sebagai agunan ke pendana, namun SRG dapat dilihat sebagai suatu entitas logistik-supply chain.

Sebagai informasi, perseroan merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik terintegrasi yang didukung dengan infrastruktur hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah cabang sebanyak 24 cabang, sistem teknologi informasi serta SDM yang profesional.Melalui moto Integrated Logistics Solution, perseroan memberikan pelayanan logistik yakni, BGR Integrated Logistics Solution (ILS), BGR Transportation, BGR Warehousing, BGR Freight Forwarding, dan BGR Express. ***