Gebyar Sains Nasional 2016, Ajak Anak Kreatif Ciptakan Mainan Sendiri

63
Photo Raja Tama

TANGERANG-Sekolah Pembangunan Jaya di Tangerang Selatan, Banten menantantang siswa-siswi Taman Kanak-kanak (TKK) dan Sekolah Dasar (SD) se- Tangerang Selatan menciptakan mainan edukasi berbasis inovasi dan teknologi.  Hal ini dilakukan guna merangsang kreatifitas dan daya nalar anak.

Sejumlah peserta yang didominasi dari kalangan pelajar SD nampak antusias mengikuti jalannya kompetisi yang digelar selama satu setengah jam itu.

Lomba membuat mainan edukasi itu, diikuti 26 tim dari 12 TK dan SD se- Kota Tangsel. Terlihat masing-masing tim berjibaku.

Taufik penanggungjawab lomba mainan edukasi dalam ajang bertajuk Inovasi dan kreatif untuk Indonesia Jaya itu, mengaku
acara Gebyar Sains Nasional yang diselengarakan dalam satu hari penuh itu, juga dimeriahkan berbagai ajang perlombaan yang diperuntukkan bagi kalangan pelajar dan pengajar se-Indonesia.  “Kalau untuk lomba mainan edukasi penilaiannya ada tiga unsur yakni bahan daur ulang yang memerhatikan reuse, reduce, recycle. Unsur seni, mainan harus kokoh, eye catching dan aplikatif. Serta unsur edukasi yang mengedepankan pada inovasi sains teknologii,” ujar Taufik.

Bintang (12) salah seorang siswa SD Al Iman Graha Bintaro mengatakan ia senang dengan kegiatan lomba yang diadakan ini karena bisa menunjukan hasil karyanya. “Saya bikin rumah adat Papua dengan limbah sapu ijuk sebagai atap, kertas bekas, paralon dan styrofoam serta satu baling- baling. Tujuannya agar suatu saat pedalaman di Indonesia bisa teraliri listrik dari tenaga angin,” imbuhnya. kreatif1

Karya lain ditunjukkan tim siswi kelas 5 SD Pembangunan Jaya, Naila, Hanuun dan Daiva yang merakit mobil tenaga listrik menggunakan botol minum plastik bekas pakai, yang dengan idenya merancang pembuatan mobil bertenaga baterai. “Karena sekarang bensin mahal, jadi harus ada energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan, mobil baterai inikan terbuat dari barang bekas, jadi dari pada dibuang percuma mending dijadikan mainan,” ujar Naila.

Diterangkan Ketua pelaksana Gebyar Sains Nasional, Safitri Wijaya, pihaknya mengaku ikut melibatkan 113 peserta lomba dan 15 Provinsi yang ada di Indonsia.  “Perlombaan dengan tema Inovasi dan Kreatif untuk Indonesia Jaya tidak hanya bagi pelajar tapi juga pengajar diseluruh Indonesia. Karena Kita ingin tumbuh para peneliti baru yang tidak hanya bisa menulis, tapu kuat di riset, inovasi dan punya kreatifitas tanpa batas,” ucapnya. (Raja Tama)