Genjot Investasi, Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi Hanya 2 Hari

52
irektur Standardisasi Perangkat Pos dan Telekomunikasi Mochammad Hadiyana bersama narasumber dalam Supplier Investment Summit, di Batam, Senin (07/05/2018)

BATAM-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus berupaya menggenjot investasi dari industri telepon seluler (ponsel) pintar dan komponennya di Indonesia. Salah satunya dengan cara mempercepat proses sertifikasi alat dan perangkat telekomunikasi.

“Cukup 2 hari kerja saja”, kata Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Telekomunikasi Mochammad Hadiyana dalam Supplier Investment Summit, di Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, proses sertifikasi dilakukan dengan mengevaluasi dokumen hasil uji dengan deklarasi kesesuaian untuk ponsel, komputer genggam dan tablet.

“Diterbitkan hanya dalam dua hari. Caranya, perusahaan hanya perlu menyertakan dokumen hasil uji dari laboratorium yang diakui dan sudah ditetapkan saat mengajukan permohonan secara online di situs e-Sertifikasi,” jelas Hadiyana.

Direktur Hadiyana optimistis skema sertifikasi yang diterapkan saat ini akan mengundang minat investor. Selain prosesnya mudah juga hanya berlangsung dalam dua hari. Bahkan ke depan, menurutnya, Kementerian Kominfo akan mempercepat proses sertifikasi menjadi satu hari saja di laboratorium-laboratorium terakreditasi yang sudah ditetapkan.

“Perlu dicatat, perusahaan yang dapat mengajukan sertifikasi melalui evaluasi dokumen hasil uji dengan deklarasi kesesuaian ialah perusahaan asli Indonesia, distributor atau perwakilan dari perusahaan asing yang berbadan hukum di Indonesia, serta perusahaan manufaktur perangkat atau alat asal luar negeri yang berbadan hukum di Indonesia,” jelas Hadiyana.