Golkar Pasang Strategi Dongkrak Elektabilitas Ahok-Djarot

15

JAKARTA-Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengatakan Partai Golkar dan partai pendukung calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sudah merancang strategi meningkatkan kembali elektabilitas Ahok. Karena itu, Partai Golkar mengaku tak khawatir dengan elektabilitas Ahok yang disebut cenderung menurun. “Saudara Ahok sudah mulai membiasakan untuk bisa bicara lebih halus,” katanya dalam rilis kepada pers di Jakarta, Sabtu (8/10/2016).

Namun, Novanto enggan mengungkapkan strategi apa saja yang akan digunakan agar tidak bocor ke lawan. Hanya saja, salah satunya adalah dengan memperbaiki gaya komunikasi Ahok yang selama ini kerap mengeluarkan kata-kata kasar.

Mantan Ketua DPR ini menilai gaya komunikasi Ahok yang kurang santun menjadi salah satu faktor menurunnya elektabilitas Ahok. “Akan lebih kondusif suasananya. Komunikasinya makin baik,” ujarnya.

Novanto mengakui elektabilitas Ahok turun karena saat ini sudah muncul dua pasangan pesaingnya, yakni pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni serta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Secara otomatis suara warga DKI terpecah.

Kendati demikian, Novanto tetap meyakini Ahok yang berpasangan dengan Djarot tetap bisa memenangkan kontestasi. Apalagi berdasarkan hasil survei, elektabilitas Ahok-Djarot masih tetap teratas.
“Menurunnya tentu tidak terlalu signifikan, masih punya kesempatan,” kata dia.

Novanto yakin elektabilitas Ahok akan naik setelah kampanye dimulai, karena Ahok disebut punya modal cukup dengan hasil kerja nyatanya selama menjadi gubernur. “Masih punya kesempatan untuk naik (elektabilitasnya). Ada perubahan-perubahan kerja nyata demi keberlanjutan ke depan selama jadi gubernur,” tuturnya.

Tetap Solid

Terkait pernyataan Fadel Muhammad, yang menyebut partai berlambang beringin akan rapat membahas sikap apakah tetap mendukung Basuki T Purnama (Ahok) di Pilkada DKI, atau tidak, Juru Bicara Partai Golkar, Nurul Arifin membantah.

“Tidak ada. Rapat saja tidak ada, bagaimana pembahasan (menarik dukungan),” kata Nurul.
Kepada wartawan Setya Novanto kemudian mengklarifikasi bahwa tidak pernah ada rapat apapun yang membahas evaluasi dukungan kepada Ahok, seperti yang dilontarkan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Fadel Muhammad.

Mantan Ketua DPR RI itu mengaku sudah memberikan peringatan kepada Fadel Muhammad, agar tetap konsisten dengan kebijakan dan keputusan Partai yang sudah disepakati serta disetujui oleh seluruh kader.

“Saya sudah menegur Pak Fadel, beliau sudah minta maaf”, kata Setya Novanto.

Setya Novanto menyadari bahwa menjelang penyelengggaraan Pilkada DKI Jakarta, banyak isu miring yang berkembang. Dirinya pun‎ menghimbau kepada semua pihak untuk berkompetisi secara sehat, jangan gunakan isu SARA dan menebar fitnah.

Setya Novanto mengaku sudah mendengar langsung apa yang disampaikan oleh Ahok yang menurutnya tidak ada maksud untuk mendiskreditkan umat Islam saat menyampaikan pidato di sebuah acara di Pulau Seribu. “Saya juga sudah mendengar utuh pidato tersebut, Tidak ada maksud Pak Ahok untuk berkata menjelek-jelekkan suatu agama tertentu, saya Minta semua pihak untuk mendengar utuh pidato Ahok sebelum berkomentar,” tuturnya. ***