Gubernur Viktor: Kopi NTT Terbaik Dunia

62
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat

LABUAN BAJO-Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta masyarakat NTT meninggalkan kebiasaan mendatangkan produk-produk dari luar. Salah satunya yakni komoditas Kopi. Pasalnya, Kopi yang dimiliki NTT ini sangat luar biasa enak dan menjadi kopi terbaik dunia.

“Kita harus mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk dari luar. Kita harus melakukan perlindungan terhadap semua komoditas ekonomi yang dimiliki, contohnya Kopi. Kopi yang kita miliki sangat luar biasa enak dan menjadi kopi terbaik dunia, tetapi hotel-hotel dan restaurant-restorant di NTT masih menggunakan kopi dari luar,” tegas Viktor Laiskodat saat membuka Rapat Kerja dengan 21 Bupati/Walikota se-NTT di Ayana Hotel, Labuan Bajo, Senin (10/6) pagi.

Menurutnya, ke depan penggunaan Kopi luar harus dibatasi bahkan ditiadakan. “Selama saya menjadi Gubernur NTT, saya tidak boleh melihat itu lagi,” terangnya.

“Saya minta para Bupati/Walikota yang hadir untuk melakukan kontrol di Hotel-hotel dan juga restaurant. Jangan ragu-ragu bertindak. Kita harus bekerja luar biasa dan dengan cara-cara luar biasa juga. Kita punya bawang, cengkeh, ikan, fanili, mete, garam, rumput laut, jagung, padi dan sebagainya tetapi kita belum mengembangkannya dengan baik,” jelasnya.

Viktor yang juga politisi Nasdem itu mengajak para Bupati/Walikota untuk merumuskan langkah-langkah konkrit yang dilanjutkan dengan deklarasi Masyarakat Ekonomi NTT.

“Saya ajak, agar pada hari ini, kita rumuskan dan sepakati bersama mendeklarasikan Masyarakat Ekonomi NTT. Kita harus menjadi produsen sekaligus konsumen. Kalau surplus baru ekspor keluar. Utamakan dulu kebutuhan di dalam wilayah NTT sendiri,” tandasnya.

Dia mengatakan tugas seorang Bupati/Walikota kedepan semakin berat. Seorang Bupati/Walikota harus turun langsung ke desa-desa untuk melihat pergerakan Ekonomi di desa, pastikan roda perekonomian berjalan.

“Bupati/Walikota harus lihat pergerakan ekonomi di desa-desa, lihat koperasi-koperasi termasuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), ketemu langsung masyarakat setiap saat, pantau dan control. Sedangkan untuk urusan administrasi perkantoran diserahkan kepada Wakil Bupati/Wakil Walikota,” katanya.

Lebih jauh, dia mendorong para Bupati/Walikota se-NTT untuk bekerja sama secara sinergi membangun perekomian di seluruh wilayah NTT. Pembangunan ekonomi harus menjadi komitmen agar label Provinsi termiskin tidak ada lagi.

“Saya mendorong para Bupati/Walikota untuk bekerja sama secara tersinergi antara Pemprov, Pemkab, Bank NTT, Pelaku ekonomi/koperasi di masing-masing wilayah. Kita harus bangkit, dan keluar dari label sebagai Provinsi termiskin,” tuturnya.

Caranya menurut Gubernur VBL, dengan mengembangkan produk-produk ekonomi lokal dan memasarkannya di antara wilayah Kabupaten/Kota. Jadikanlah NTT sebagai pasar utama dari semua komoditas yang dihasilkan oleh rakyat NTT sendiri.

“Saya yakin NTT ini memiliki produk ekonomi local yang sangat potensial. Kembangkan itu, pasarkan antara Kabupaten, kita harus saling mendukung,” pintanya.