Gus Ipul Hadiri Seminar dan Buka Puasa Bersama di Madiun

27

MADIUN-Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau yang dikenal dengan sebutan akrab Gus Ipul akan membuka seminar dan sekaligus buka puasa bersama di Universitas Katolik Widya Mandala, Madiun pada Selasa (21/6).

Seminar yang berjudul “Memperkuat Pancasila Di Tengah Arus Modernisasi Dengan Melaksanakan Sila-Silanya” menurut rencana akan menghadirkan pembicara; Letjen TNI (P) Kiki Syahnakri – Mantan Wakasad / Ketua Jati Diri Bangsa, DR. H. Parji MPd (Rektor IKIP PGRI Madiun), Hermawi Taslim (Ketua FORKOMA PMKRI) dan AM Putut Prabantoro (Ketua Gerakan Ekayastra Unmada – Semangat Satu Bangsa). Acara tersebut akan dipandu Tri Agung Kristanto (Waredpel Harian KOMPAS). “Saya sudah ditelepon langsung oleh Bapak Wakil Gubernur yang menyatakan kehadirannya dalam acara yang digelar oleh Universitas Katolik Widya Mandala. Kehadiran Bapak Saifullah Yusuf itu memiliki arti penting bagi kami masyarakat yang tinggal di Madiun dan sekitarnya khususnya dengan menjalankan buka puasa bersama,” ujar Ketua Panitia Seminar dan Buka Puasa Bersama Universitas Widya Mandala, Agnes Adhani.

Menurut Agnes Adhani, acara yang ditutup dengan buka puasa bersama itu  merupakan hasil kerjasama antara Universitas Katolik Widya Mandala, Madiun dan Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) – dari wartawan, oleh wartawan dan untuk Indonesia.

Seminar dan buka puasa bersama itu, diyakini panitia, dapat menjadi langkah awal yang positip bagi Wilayah Madiun dan sekitarnya dalam menjaga Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Dan, masyarakat Indonesia perlu tahu bagaimana Madiun sebenarnya. Dengan buka puasa bersama itu juga, dijelaskan lebih lanjut, ingin ditunjukkan telah terbangunnya kerukunan dan sikap saling menghormati antar agama, kepercayaan, antar kelompok dan sekaligus terbangunnya solidaritas tanpa sekat di Madiun. “Kita semua tanpa pandang bulu harus membangunkan semangat dan jiwa Pancasila di setiap lubuk hati manusia Indonesia tanpa melihat agama, suku, kelompok atau apapun. Mereka yang mengaku bertanahair dan berbangsa Indonesia, harus memiliki jiwa dan semangat Pancasila di dalam hatinya.  Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah nilai-nilai luhur perekat kesatuan berbagai suku, pulau, daerah dan agama yang berada dari Sabang sampai Merauke,” tegas Agnes.