Guyonan Tampang Boyolali Lahirkan Tsunami Ketidakpercayaan Terhadap Prabowo-Sandi

966
Ilustrasi

JAKARTA-Pimpinan Pusat Pengurus Nasional Harimau Jokowi, Petrus Salestinus menilai insiden Boyolali yang bermula dari guyonan Prabowo Subianto soal “Tampang Boyolali, berpotensi melahirkan tsunami ketidakpercayaan serta krisis kepercayaan publik yang meluas terhadap Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tidak saja dari masyarakat Kabupaten Boyolali akan tetapi juga akan meluas ke seluruh Indonesia, tanpa harus diorganisir.

“Ini akan melahirkan sikap simpatik masyarakat desa di Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia terhadap warga Boyolali yang dilecehkan oleh sikap Prabowo. Dan akan terus-menerus bergulir dan berdampak pada munculnya sikap antipatik yang meluas terhadap Capres Prabowo Subianto-Cawapres Sandiaga Uno,” ujar Petrus di Jakarta, Selasa (6/11).

Menurutnya, Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno akan menuai krisis kepercayaan publik yang meluas, apalagi sikap antipatik publik Boyolali telah dikoordinir oleh Bupati Boyolali, sehingga eskalasinya sanfat cepat.
Bahkan akan berujung dengan sikap menarik dukungan dan kelak tidak lagi memilih Pasangan Capres Prabowo Subianto-Cawapres Sandiaga Uno.

“Sebenarnya kasus pelecehan atau penghinaan oleh Prabowo Subianto terhadap masyarakat Boyolali di waktu dan tempat yang salah pada beberapa waktu yang lalu, sekalipun hanyalah sekedar guyonan,” terangnya.

Akan tetapi candaan ini memicu kebencian publik terhadap perilaku Prabowo-Sandiaga yang salama masa kampanye Pilpres sering melontarkan kampanye hitam, kampanye negatif dan berita hoax.

Petrus mengatakan guyonan Prabowo ini memang sangat memalukan dan menjadi fenomena politik yang sangat menarik, karena mssyarakat satu Kabupaten bersama Bupatinya menyatakan mencabut dukungan ke Capresnya.

Biasanya krisis kepercayaan publik muncul saat seorang pemimpin sedang menjalankan tugasnya. Namun yang terjadi dengan Prabowo, justru krisis kepercayaan publik muncul disaat belum terpilih menjadi Presiden atau baru menjadi calon Presiden sudah menghadapi krisias kepercayaan publik yang meluas begitu cepat di Boyolali dan tidak tertutup kemungkinan secara eskalatif akan meluas keseantero Indonesia.

Jika ini benar-benar terjadi maka ini baru pertama kali terjadi di negeri ini seorang Calon Presiden kehilangan kepercayaan publik pada saat sedang melakukan kampanye.

Bahkan segala daya upaya Prabowo Subainto bersama Sandiaga Uno berikut Partai Politik dalam Koalisi Adil Makmur akan berantakan hancur berkeping-keping, jika Prabowo Subianto tidak mampu menjaga tutur katanya yang santun di mata rakyat pendukungnya, akibatnya rakyat dengan mudah berpaling dan murka terhadap Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Ini adalah kegagalan Tim Kampanye Nasional Prabowo-Sandiaga dalam memanage kampanye, dan rasanya sangat sulit mengembalikan kepercayaan publik atau pemilih simpatisan Prabowo untuk sukses pada Pilpres 2019,” pungkasnya.