Hadiri Zikir Kebangsaan, Presiden Doakan Para Pejuang dan Pendiri Bangsa

Hadiri Zikir Kebangsaan, Presiden Doakan Para Pejuang dan Pendiri Bangsa

20
0
BERBAGI

JAKARTA-Pemerintah menyelenggarakan Zikir Akbar untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) untuk pertama kali di halaman Istana Merdeka, Selasa (1/8) malam.

Zikir Akbar Kebangsaan bertajuk “Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan” merupakan rangkaian acara yang digelar sebulan penuh dalam menyambut Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, bulan Agustus ini.

Acara Zikir Kebangsaan ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin, KH. Maimoen Zubair, dan KH Miftahul Ahyar

Tampak juga sejumlah ulama di tanah air juga hadir dalam acara Zikir Kebangsaan ini.

Para ulama yang hadir dalam acara Zikir Kebangsaan ini bukan hanya dari Pulau Jawa, tetapi juga dari Sumatera, Aceh, Sulawesi sampai ke utara di Manado.

Selain itu, ulama dari Nusa Tenggara dan Bali, Kalimantan, Maluku, Papua, dan dari daerah-daerah lain, dari Sabang sampai Merauke juga hadir.

“Di hari yang berbahagia ini kita memanjatkan doa bagi para pejuang, para pendiri bangsa, para kyai, para alim ulama, para habaib, serta para tokoh agama dan tokoh-tokoh daerah dari seluruh Indonesia yang telah berjasa besar bagi bangsa dan negara kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara tersebut.

Melalui peringatan kemerdekaan yang ke 72 ini, Kepala Negara mengajak semua yang hadir di acara untuk meneguhkan komitmen untuk menjaga persatuan, menjaga kerukunan dan toleransi, serta kerja bersama, kerja beriringan antara ulama dan umaro untuk kemajuan negara kita Indonesia.

“Persatuan, kerukunan, dan kerja sama inilah keunggulan bangsa kita. Dengan dasar negara Pancasila, kita saling menghargai antar kelompok dan golongan. Dengan Pancasila, Indonesia yang majemuk ini bisa bersatu-padu, bisa hidup rukun, saling menghargai dan saling kerja sama,” tutur Kepala Negara.

Menurut Presiden, zikir adalah bagian dari ikhtiar, karena semua tahu pula bahwa pada akhirnya kerja keras tergantung pada kehendak Allah SWT.

Oleh karena itu, lanjut Presiden, kerja keras yang dijalankan saat ini harus diserta doa.

“Kita berzikir dan memanjatkan doa semoga Allah Sang Khalik, semoga Allah berkenan mengabulkan apa yang kita perjuangkan dan mengabulkan apa yang kita cita-citakan bersama,” ucap Presiden Jokowi.