Harga Dunia Menguat, CPO Kembali Dikenakan BK

Harga Dunia Menguat, CPO Kembali Dikenakan BK

0
BERBAGI
theborneopost.com

JAKARTA-Setelah memperhatikan berbagai rekomendasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga referensi produk CPO untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode bulan Mei 2016 sebesar USD 754,1/MT, pada Selasa (26/4). Harga produk CPO naik sebesar USD 71,78 atau 10,52% dari periode bulan April 2016 yaitu USD 682,32/MT.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29/MDAG/PER/4/2016 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.  “HPE dan harga referensi periode Mei 2016 ditetapkan setelah menyikapi perkembangan harga komoditas, baik nasional maupun internasional,” ungkap Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Karyanto Suprih (27/4).

Karyanto menjelaskan, meningkatnya harga referensi CPO saat ini akibat semakin menguatnya harga internasional untuk komoditas tersebut.

BK CPO untuk bulan Mei 2016 tercantum pada Kolom 2, lampiran PMK 136 Tahun 2015 sebesar USD 3/MT, bergeser 1 kolom dari periode bulan April 2016 sebesar USD 0/MT.  “Harga referensi CPO saat ini untuk pertama kalinya sejak Oktober 2014 berada di atas threshold pengenaan BK di level USD 750 sehingga pemerintah mengenakan BK untuk CPO sebesar USD 3/MT untuk periode bulan Mei 2016,” kata Karyanto.
Sementara itu, harga referensi biji kakao pada bulan Mei 2016 melemah sebesar USD 41,91 atau 1,4% yaitu dari USD 2.992,02/MT menjadi USD 2.950,11/MT, sehingga berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga mengalami penurunan sebesar USD 41 atau 1,5% dari USD 2.692/MT pada periode  April menjadi USD 2.651/MT.
Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan oleh menurunnya harga internasional komoditas terebut. Namun, BK biji kakao tidak berubah dibandingkan periode bulan sebelumnya, yaitu sebesar 10%. Hal tersebut tercantum  pada Kolom 3 lampiran II PMK 75 Tahun 2012