Harga Karet Anjlok, GAPKINDO Minta Bantuan Pemerintah

28
Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian dan Mensesneg menerima pengurus GAPKINDO, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/6)

JAKARTA-Pengurus Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) meminta pemerintah membantu memperbaiki anjloknya harga karet yang sejak awal 2016 lalu sudah menyentuh angka 1 dollar AS per kilogram. Permintaan ini disampaikan Pengurus GAPKINDO saat menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/6).  “Kondisi harga karet dewasa ini agak tertekan, seperti lazimnya komoditi lainnya, pernah mencapai harga tertinggi pada tahun 2011 sekitar 5,3 sekian dolar per kilo, namun di awal tahun 2016 sudah mengalami tekanan yang sampai mendekati 1 dolar per kilo,” kata Moenardji Soedargo, Ketua Umum GAPKINDO, kepada wartawan  di Kantor Presiden, Jumat (24/6).

Dia mengaku berperan aktif bersama Kementerian Perdagangan dan kementerian terkait lainnya melakukan kerjasama multilateral dengan Thailand dan Malaysia yang disebut dengan International  Trade Rubber Consorsium (ITRC). Bentuk kerjasama ini salah satunya menahan ekspor dengan maksud mendapatkan harga yang stabil apabila harga sudah tertekan terlalu rendah dan tidak mencerminkan fundamental pasar yang sebenarnya. “GAPKINDO sudah empat kali melakukan penahanan ekspor dengan biaya operasional sendiri. Dalam pelaksanaanya GAPKINDO belum sempat mendapatkan support pemerintah berupa dana APBN atau subsidi bunga dan lain sebagainya. Alasannya agar motivasi para petani karet tidak surut,” ungkapnya.

Melalui ITRC, jelasnya, juga dilakukan upaya membentuk bursa dengan konsep perdagangan yang volumentary. Menurut Moenardji,  itu akan baik untuk menolong harga bisa termin melalui suatu referensi yang transparan dan clear.

Untuk itu, GAPKINDO meminta perdagangan bisa dilakukan secara volumetari bursa fisik karet dan bukan secara mandatory. “Kami sampaikan, kami meminta untuk pemerintah betul-betul memperhatikan bursa fisik karet harus berbasis fisik bukan mandatori. Bapak Presiden sudah menangkap maksud itu, dan kami harap ini akan terealisir secara baik,” ujarnya.

Ketua Umum GAPKINDO itu juga mengingatkan, karet merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang berbasiskan komoditas rakyat, dimana petani karet adalah mitra pengusaha sehingga terjadi simbiosis mutualisme. Presiden sendiri memberikan perhatian yang tinggi dengan sering masuk ke daerah-daerah pelosok saat melakukan kunjungan kerja ke daerah.

Untuk itu, sebagai solusi jangka panjang GAPKINDO  mengimbau dilakukannya peremajaan terhadap perkebunan karet.  “Pemerintah perlu hadir dan turun untuk meremajakan klon-klon karet petani karena apabila peremajaan dilakukan produktivitas petani akan meningkat dari yang sekarang,” tuturnya.