Harga Tiket Pesawat Mahal Bisa Picu Inflasi

25

JAKARTA-Kalangan DPR menilai mahalnya harga tiket pesawat saat ini akan memberikan ‘multiplayer efek’ terhadap daya beli masyarakat. Karena itu jangan sampai harga tiket ini memukul sektor bisnis lainnya.

“Misalnya pada sektor pariwisata, hunian hotel, kalau pendapatan sektor ini turun misalnya, efeknya pasti pada karyawan, lalu akan berdampak pada daya beli dan seterusnya,” kata Anggota Komisi XI DPR RI Donny Imam Priambodo kepada wartawan melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu (8/5/2019)

Lebih jauh Ketua umum Ikatan Profesional Sinergi Nawacita (IPSN) ini menjelaskan mahalnya harga tiket pesawat juga bisa berdampak pada inflasi seperti yang sudah terjadi di sejumlah kota – kota besar di Indonesia.

“Tapi untuk sementara ini baik baik saja. Namun kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja,” papar Politikus NasDem ini.

Dengan kondisi demikian, Donny pun meminta agar Menteri Perhubungan beserta sejumlah stakeholder terkait dapat membahas hal ini secara bersama-sama.

Pembahasan tersebut, lanjut Donny, diperlukan untuk bisa mengetahui apakah harga tiket pesawat ini dapat diturunkan atau tidak.

“Kalau bahan pokok naik, bisa diadakan operasi pasar, nah kalo tiket pesawat naik? harus dicarikan jalan keluar.
Karena sifatnya kan bukan satu satunya alat transportasi meskipun mempersingkat waktu perjalanan,” tandas Donny.

Sebelumnya, di tengah tingginya harga tiket pesawat yang masih tinggi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi malah mengeluarkan kebijakan yang kontraproduktif.

Dia menaikkan tarif batas bawah penerbangan, yang awalnya 30 persen dari tarif batas atas, menjadi 35 persen.

Kebijakan ini dikeluarkan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019, dengan turunan Keputusan Menteri Nomor 72 Tahun 2019. Kebijakan ini berlaku mulai 1 April 2019. ***