Harun Abidin Kembali Menjadi Pemegang Saham Cokal Limited Australia 

104

JAKARTA–Salah seorang pengusaha Indonesia, Harun Abidin, kembali menjadi pemegang saham perusahaan tambang dan batubara Australia, Cokal Limited, setelah beberapa saat lamanya hilang, karena dugaan penggelapan oleh Cedrus Investment, perusahaan investasi di Hong Kong yang sekarang sedang dalam investigasi kepolisian Indonesia.

“Harun Abidin kembali menjadi pemegang saham di Cokal Limited,” ujar Hendra Kusumajaya, selaku kuasa hukum Harun Abidin dalam keterangannya, kepada wartawan, Jumat (12/1/2018) di Jakarta.

Menurut Hendra , kembalinya Harun Abidin sebagai pemegang saham di Cokal Limited berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa tahunan di Sydney, Australia pada 29 November 2017. Dan, haknya sebagai pemegang saham di Cokal Limited efektif per 2 Januari 2018.

Harun adalah salah seorang pendiri Cokal Limited yang bersama rekannya, Peter Lynch memulai usaha tersebut pada 2010 kemudian mencatatkan perusahaan mereka itu ke bursa efek Australia dengan kode CKA.

Cokal limited adalah perusahaan tambang yang terdaftar di Australian Securities Exchange (ASX) dengan batubara metalurgi sebagai fokus utamanya. Cokal adalah pemegang konsesi batubara kalori tinggi (coking coal) di Kalimantan Tengah, Indonesia dan Tanzania.

Khusus di Indonesia, Cokal Limited mulai memproduksi tambang  batubara metalurgi di Kalimantan Tengah. Penambangan di Kalimantan Tengah ini sebagai ambisinya untuk menjadi bisnis batubara metalurgi secara global. (*)