Hasto: Anas Korban ‘Black Campaign’

56
Sekjend DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

JAKARTA-PDI Perjuangan mengajak seluruh masyarakat untuk berjuang bersama mewujudkan watak politik yang berkeadaban.

Penegasan ini Sekjend DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto paska mundurnya bakal calon wakil Gubenur Abdullah Azwar Anas di Jakarta, Sabtu (6/1).

PDI Perjuangan tegasnya menolak berbagai bentuk kampanye hitam (black campaign) yang menghalalkan segala cara menghancurkan reputasi politik Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi yang dicalonkan PDI Perjuangan dan PKB sebagai wakil gubernur Jawa Timur mendampingi Saifullah Yusuf.

“Begitu kerasnya upaya pihak-pihak manapun yang melakukan kampanye hitam yang mengorbankan aspek etika agar benih-benih generasi muda yang mempunyai kepemimpinan sangat baik dapat dipatahkan di tengah jalan,” tegasnya.

Karena itulah PDI Perjuangan tetap kokoh dengan tetap memberikan dukungan moral kepada Abdullah Azwar Anas.

“Kami memberikan dukungan sepenuhnya, bahwa yang namanya Abdullah Azwar Anas adalah sebuah korban dari politik yang liberal itu,” urainya.

Meskipun Bung Anas telah menyerahkan mandat kepada DPP Partai, PDI Perjuangan tetap memberikan dukungan untuk melawan segala upaya yang mencoba menzolimi sosok yang dikenal merakyat tersebut.

“Partai menginstruksikan jajaran untuk memberikan dukungan terhadap Bung Azwar Anas di dalam menegakkan kebenaran di atas kebenaran itu. Karena kami percaya, kami diajari di dalam berpolitik ini bahwa siapapun yang menghalalkan segala cara  tidak akan menang. Mereka akan dikalahkan oleh kekuatan rakyat itu sendiri,” ucapnya.

Hasto mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada  Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Megawati ujarnya mengingatkan bahwa  persatuan dengan rakyat adalah senjata yang sehebat-hebatnya. Apalagi Anas sangat dicinta oleh rakyat Banyuwangi karena kepedulian dan kinerjanya di sana.

“Kita bisa melihat sendiri prestasi Bung  Azwar Anas di Banyuwangi. Kabupaten yang dulu tidak diperhitungkan, sekarang berubah dengan cepat. Rakyatnya hidupnya lebih baik. Tetapi kemudian hanya gara-gara merebut kekuasaan dengan menggunakan cara-cara keji meskipun kami tidak percaya foto-foto yang beredar itu. Kami melihat dalam keseharian Bung  Anas  orang baik,  orang jujur. Dia orang yang mencoba menolak berbagai macam suap demi kekuasaan untuk rakyat itu,” jelasnya.

Terkait pengembalian mandat yang dilakukan Bung Anas, DPP PDI Perjuangan masih mempertimbangkannya. Apalagi partai dihadapkan kepada pilihan yang tidak mudah.

“Kami tetap akan mendampingi Bung Azwar Anas. Kami bukan partai ketika ada orang yang bermasalah kami tinggalkan. Apalagi ini sekali lagi karena masalah kekuasaan. Bung Anas tahu bahwa dirinyalah yang ditarget. Dirinya yang dikejar-kejar maka dia memilih, biarlah saya berkonsentrasi di Banyuwangi bersama masyarakat Banyuwangi di mana saya mengabdi. Semoga diberikan keadilan atas praktek-praktek kekuasaan yang tidak benar ini,” tuturnya.

PDI Perjuangan kembali mengingatkan tema sentral yang diangkat dalam Pilkada 2018 adalah menjalankan politik secara beradab dan menentang politik hitam pihak manapun yang menggunakan segala cara untuk meraih kekuasaan.

“Mereka yang telah kami pilih sebagai paslon untuk tetap teguh pada jalan kepemimpinan untuk rakyat. Dan waspadailah kampanye hitam yang dilakukan secara melalui rekayasa pelanggaran moral; isu korupsi; dan berbagai isu lainnya termasuk ujaran kebencian dan memecah belah antara calon dan parpol pengusungnya,” pungkasnya.

 

.