HCML Tambah Pasokan Gas Untuk PGN

56
bumn.go.id

JAKARTA-Perusahaan migas Husky CNOOC Madura Limited (HCML) yang mengelola Blok BD Sampang siap menambah pasokan gas untuk PT Perusahaan Gas Negara (PGN).  Tambahan pasokan gas HCML mulai mengalir pada Mei 2017.

Volume yang disalurkan secara bertahap mulai 20 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) hingga lebih dari 100 MMSCFD. “Pasokan gas dari HCML akan berlangsung selama 20 tahun,” kata Direktur Komersial PGN, Danny Praditya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Menurut Danny, peningkatan pasokan dari HCML dapat dilakukan seiring tingkat kebutuhan pasar gas bumi di Jawa Timur. Pasokan gas HCML berasal dari lapangan BD dan akan disalurkan dari titik serah di Stasiun Semare ke jaringan pipa eksisting PGN di Pasuruan. “Pasokan gas untuk pelanggan PGN di Jawa Timur mulai dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto hingga Pasuruan semakin handal,” tambahnya.

Danny mengatakan, dengan kehandalan pasokan energi gas bumi tersebut, akan mendorong investor makin berminat dan betah berinvestasi di Jawa Timur. Sehingga diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. “Dengan kehandalan pasokan energi gas bumi PGN, tentu akan membuat investor senang berinvestasi di Jawa Timur,” ujarnya.

Dikatakan Danny, kehandalan pasokan gas bumi ke pelanggan menjadi salah satu fokus utama PGN. Untuk mewujudkan kehandalan pasokan tersebut PGN memiliki program PGN 360° Integrated Solution. “PGN Juga memiliki armada CNG hingga LNG trucking yang dapat mensuplai gas bumi di wilayah yang belum terjangkau pipa gas bumi PGN,” jelas Danny.

Dengan program PGN 360° Integrated Solution, PGN memastikan dan menyelesaikan seluruh permasalahan pelanggan terkait pemanfaatan gas bumi. “Dalam PGN 360° Integrated Solution misalnya dalam hal pasokan gas, PGN tidak hanya bergantung pada satu sumber lapangan gas. Dengan jaringan infrastruktur pipa gas yang terintegrasi, pasokan gas bisa didapat dari berbagai lapangan gas bumi,” jelas Danny.

Vice President Corporate Communication PGN, Irwan Andri Atmanto menambahkan, sejalan semakin handalnya pasokan gas bumi PGN di Jawa Timur, PGN juga semakin agresif mengembangkan infrastruktur gas bumi di wilayah tersebut.

Salah satu contohnya, PGN saat ini sedang membangun pipa distribusi gas bumi ruas Gresik-Lamongan-Tuban sepanjang 141 kilometer (Km).
“Telah menjadi komitmen PGN untuk terus membuka wilayah-wilayah pengguna gas bumi baru. Karena itu, pemanfaatan produksi gas bumi dalam negeri semakin meningkat,” ujar Irwan.

Saat ini PGN telah memasok gas bumi ke 1.652 industri besar dan pembangkit listrik. 1.929 Pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan usaha kecil menengah (UKM), dan 204 ribu pelanggan rumah tangga. Pelanggan PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

Khusus di wilayah Jawa Timur, PGN melayani 27.170 pelanggan rumah tangga, 209 pelanggan komersial, dan 475 pelanggan industri. “Pipa gas yang dibangun dan dioperasikan PGN saat ini lebih dari 7.200 kilometer. Jumlah ini setara dengan 80% pipa gas bumi hilir seluruh Indonesia,” ucapnya.

Selain pipa gas, lanjutnya, PGN juga mengoperasikan 2 Floating Storage Regasification Unit (FSRU), 11 SPBG, dan 5 mobile refueling unit (MRU). “Biaya pembangunan infrastruktur gas tersebut dilakukan PGN tanpa mengandalkan APBN,” imbuhnya. **