Hermawan: Ahok Sosok Petarung Sejati

Hermawan: Ahok Sosok Petarung Sejati

0
BERBAGI
Cagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA-Pengamat politik yang juga Guru Besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Soelistyo mengatakan upaya menghadang laju calon gubernur (Cagub) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tidak akan mampu menggoyahkan dukungan warga Jakarta bagi putra Belitung itu. Demikian juga dengan penetapan statusnya sebagai tersangka yang justru semakin melambungkan nama Basuki dimata masyarakat Jakarta. “Kalau peluang di Pilgub DKI, saya kira dia bisa menang. Meskipun sejumlah survey merilis penurunan elektabilitas Ahok sekitar 5 persen, tetapi dampaknya tidak terlalu besar,” ujar Hermawan di Jakarta, Sabtu (11/11).

Karena itu, Kiki demikian Guru Besar LIPI ini disapa menyakini Basuki  tetap keluar sebagai pemenang jauh diatas kedua kompetitornya karena kedua pesaingnya itu sangat sulit mengejar popularitas Ahok yang menang sangat tinggi sejak awal. “Yang paling dekat itu kan pasangan calon nomor urut 1 (Agus Harimurti Yudhoyono-Sylvia Murni) dengan tingkat popularitas berkisar 23 persen,” terangnya.

Demikian juga dengan pasangan Cagub Nomor 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Selisih prosentasenya dengan Basuki sangat besar. “Dari data-data yang ada memperlihatkan mereka masih sulit mengejar Basuki,” imbuhnya.

Dia juga meminta warga Jakarta agar jangan terkecoh dengan aksi demo 4 November kemarin. Pasalnya, mayoritas pendemo itu warga dari luar yang tidak memiliki hak pilih di pilgub DKI Jakarta.

Karena itu, dia percaya , mayoritas warga DKI Jakarta akan memilih Basuki.

Salah satu indikasi kemenangan Basuki terlihat dari sikap sejumlah pimpinan partai pengusung yang terus merapatkan barisan dengan mengabaikan status tersangka yang disandangnya.

Kuatnya dukungan terhadap Basuki tercermin dari sikap sejumlah partai pengsung yang tetap mendukung Basuki. Selain popularitas yang masih tinggi,  Basuki merupakan sosok petarung sejati. “Dalam istilahnya dia siap mati. Jadi, banyak orang yang mendukung Basuki karena dia mempertaruhkan dan memperjuangkan pluralism,” tegasnya.

Hanya saja jelas Kiki, kelemahan Basuki hanya soal gaya komunikasinya. “Karena itu, saya kira semua partai pengusung dan partai pendukungnya akan berjuang maksimal memenangkan Ahok-Djarot,” imbuhnya.

Dia mengatakan, status tersangka yang disematkan ke Basuki secara politis tidak menguntungkan kedua pesaingnya. Terbukti, elektabilitas keduanya tidak juga terdongkrak naik.

Justru Basuki sendiri yang mendapat keuntungan dari statusnya saat ini. Partai pengusung dan relawan semakin solid dan bekerja keras memenangkan Ahok-Djarot satu putaran. “Kalau sesilih prosentasinya tidak banyak, mungkin mereka bisa mengejar Basuki. Tetapi faktanya, selisihnya banyak. Jadi, semakin sulit mereka mengejar Basuki,” pungkasnya.

Terkait dengan status tersangkanya Basuki, dia mengatakan keputusan yang dibuat polisi merupakan jalan tengah terbaik. Hal ini tercermin dari perbedaan opini penyidik dalam proses penyelidikan kasus hukum Basuki.

Dia mengaku proses hukum ini memerlukan waktu yang panjang. “Jadi, tidak cukup 1 atau 2 bulan. Saya berpendapat, apa yang diputuskan polisi sekedar mengulur-ngulur waktu unuk meredakan situasi. Sehingga diharapkan pada Februari 2017 sudah tenang sehingga fokusnya hanya ke pilkada saja,”pungkasnya