Hina Presiden Jokowi, PSI Kecam Tweet Fadli Zon

86
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany

JAKARTA-Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany mengecam isi Twitter Fadli Zon, Wakil Ketua DPR dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang menyatakan, “Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Vladimir  Putin dan bukan pemimpin yang banyak ngutang, enggak planga plongo.” (Cuitan tanggal 30 Maret)

Walau tidak secara jelas menyebut nama, tweet tersebut secara jelas diarahkan untuk melecehkan Presiden Jokowi.

“Kami, PSI menganggap tweet tersebut melukai hati rakyat Indonesia yang mendukung Presiden Jokowi,” tegasnya, Sabtu (31/3).

Sebagai catatan,  survei sejumlah lembaga penelitian tepercaya menunjukkan mayoritas  rakyat Indonesia saat ini menyatakan puas dengan kinerja Presiden Jokowi.

“Menggambarkan Presiden yang didukung mayoritas rakyat sebagai ‘panga plongo’ pada dasarnya adalah penghinaan yang sama sekali tidak pantas,” kecamnya.

Sebaliknya, Fadli Zon juga selayaknya menyadari bahwa Vladimir Putin bukanlah tipe pemimpin yang popular di negara-negara demokrasi.

Menurut penelitian Gallup International 2017, popularitas Putin terutama hanya tinggi di negara Rusia dan negara-negara eks-komunis, negara komunis seperti Vietnam, serta negara-negara yang masih belajar berdemokrasi. Di negara-negara demokratis, popularitas Putin sangat rendah.

Putin dikenal di dunia demokratis sebagai pemimpin diktator,  fasis dan membiarkan korupsi terorganisir.

PSI meminta Fadli Zon menahan diri untuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mempertajam  konflik yang berpotensi menguat menjelang Pemilihan kepala daerah 2018 dan Pemilu nasional 2019.

“PSI menilai sangat tidak layak seorang Wakil Ketua DPR mengeluarkan pernyataan yang sedemikian melecehkan terhadap kepala Negara,” pungkasnya.