HKTI : Yang Penting Harga Sembako Stabil

68
photo dok antara

JAKARTA-Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Mahyudin menegaskan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak otomatis menurunkan harga komoditas sembako. Namun begitu yang paling penting dalam urusan sembako adalah stabilitas harga. “Penurunan harga itukan domain pemerintah, HKTI sendiri melihat tidak terlalu masalah. Yang penting itu harga stabil dan jangan bergejolak,” katanya usai melakukan sosialisasi Empat Pilar bersama sejumlah siswa SMA Labschool di Jakarta, Senin (4/4/2016).

Menurut Wakil Ketua MPR ini, pemerintah harus terus menggenjot daya beli masyarakat. Jadi bukan hanya melalui penurunan harga BBM saja, perlu juga upaya lain misalnya subsidi pupuk dinaikkan. “Ada baiknya pemerintah mengkaji lagi. Dengan begitu petani merasa terbantu dalam ongkos produksi,” tambahnya.

Namun begitu, Mahyudin mengaku mengapa harga komoditas sembako tidak ikut turun. Padahal biaya transportasi juga ikut diturunkan oleh pemerintah. “Kita juga tidak tahu ya kok komoditas sembako tidak turun, aneh ya. Namun harga komoditas sembako saat ini dalam posisi yang wajar,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Bidang Kebijakan Publik, Satria Hamid mengakui kenaikan harga BBM langsung berdampak ke harga karena ada efek psikologis. Sedangkan penurunan harga BBM tidak memiliki efek serupa. “Ada efek psikologis yang mempengaruhi harga (sembako) saat kenaikan harga BBM,” katanya

Di samping itu, penurunan harga BBM juga tidak langsung berpengaruh terhadap harga bahan pokok di pasaran karena adanya faktor-faktor pembentuk harga yang lain, seperti kondisi infrastruktur, pungutan-pungutan di perjalanan, kurs rupiah, upah pekerja, dan sebagainya. “Harus dilihat juga komponen yang lain karena BBM hanya salah satu komponen biaya. Ada juga faktor kurs rupiah, UMP, biaya jembatan timbang. Jadi tidak serta merta (harga bahan pokok) turun,” paparnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan penurunan harga BBM bakal berdampak pada harga barang-barang. Harga bahan pokok dan barang-barang lainnya secara umum akan segera turun juga. “Pasti ada dampaknya, paling lama 2 bulan lagi. Tapi dampaknya beda-beda untuk tiap barang, industri,” imbuhnya. ***aec