Holdingisasi Jangan Mereduksi Saham BUMN

24

JAKARTA-Dalam waktu dekat pemerintah membentuk holding BUMN tambang. PT. Inalum akan menjadi induk dari tiga BUMN tambang, yaitu PT Timah (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA).

Namun begitu holdingisasi tetap harus diwaspadai, jangan sampai asset BUMN menjadi berkurang. “Kekayaannya itu tidak boleh berkurang, tidak boleh ada reduksi terhadap kekayaan negara,” kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam siaran persnya di Jakarta, (25/11/2017).

Oleh sebab itu, lanjut Fahri, paska holdingisasi itu, maka kekayaan BUMN harus bertambah. “Harus terjadi levareg of exiting (pengaruh keluar), asetnya itu menjadi bertambah besar karena penggabungan itu. Penggabungan itu, tidak boleh menciutkan kekayaan,” tambahnya.

Diakui alumnus FEUI,
pada prinsipnya, holdingisasi sangat baik dalam rangka penyederhanaan proses manajemen perusahaan dan menggabungkan kapasitas kolektif dari perusahaan-perusahaan itu. “Sehingga kemampuannya bermain ditataran global player itu semakin kuat,” ucapnya lagi.

Namun yang paling penting, sambungnya, apabila sudah terkait dengan reduksi terhadap aset. “Sebab, penjualan aset atau penghilangan aset tanpa persetujuan DPR, maka itu akan menjadi tindak pidana,” tegasnya.

Karena, apapun dalam UU Perbendaharaan Negara, pelepasan aset negara itu harus dengan persetujuan DPR. Tapi kalau sekedar restrukturisasi, yang tidak berefek pada pengurangan aset, maka menurut dia hal itu tidak melampaui kewenangan DPR. “Sebab pada dasarnya itu adalah coorporate action yang merupakan tugas BUMN. Namun krusial point nya pada kekayaan negara, kalau dia berkurang maka harus dengan izin DPR,” tuturnya.

Memang diakui Fahri, sudah saatnya BUMN ekspansi ke luar negeri. Sehingga tidak banyak mengambil pangsa para pemain-pemain lokal. Hanya saja untuk memainkan BUMN-BUMN di luar negeri membutuhkan modal besar. Artinya holdingisasi sebaiknya untuk menjadi kekuatan-kekuatan perekonomian bangsa Indonesia di luar negeri. “Karena itu lah, kapasitas keuangannya diperkuat dengan adanya holdingisasi,” imbuhnya. ***