IFC Investasi USD3,4 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur

14
Vivek Pathak, Direktur Regional IFC untuk Asia Timur dan Pasifik

HONG KONG-International Finance Corporation (IFC), anggota Kelompok Bank Dunia, menginvestasikan USD3,4 miliar pada tahun fiskal 2018 di Asia Timur dan Pasifik guna memacu pertumbuhan sektor swasta yang berkembang di Kawasan. Disamping itu, investasi ini juga digelontorkan untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan antara lain melalui inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur.

IFC menyediakan USD2 miliar dalam bentuk pembiayaan dari dananya sendiri dan memobilisasi USD1,4 miliar dari investor lain dalam tahun fiskal tersebut.

“Melalui dukungan IFC pebisnis dapat menyediakan lebih dari 550.000 pekerjaan, mendistribusikan listrik kepada 4,4 juta orang, menyediakan air untuk 9,6 juta orang, dan meningkatkan penghidupan bagi lebih dari 710.000 petani,” ujar Direktur Regional IFC untuk Asia Timur dan Pasifik, Vivek Pathak, dalam keterangannya, Jumat (5/10).

Cepatnya urbanisasi dan meningkatnya permintaan bisnis di kawasan Asia Timur dan Pasifik berdampak pada peningkatan kebutuhan infrastruktur yang sangat besar. Sementara itu di saat yang bersamaan kawasan ini juga merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca global dan sangat rentan terhadap bencana alam dan dampak iklim.

“Dengan keterbatasan sumber daya publik yang dihadapi sejumlah negara, IFC telah secara aktif mencari solusi untuk mengumpulkan semua sumber keuangan, inovasi, dan keahlian untuk membantu negara-negara tersebut untuk menjawab tantangannya,” katanya.

“IFC membuka peluang di pasar negara berkembang dan menciptakan lapangan kerja dengan tujuan untuk mencapai keberlanjutan melalui biaya yang lebih rendah dan penyampaian layanan yang efisien di sektor-sektor utama seperti keuangan, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan,” jelasnya.

Karya nyata IFC telah membantu memacu pengembangan obligasi hijau di kawasan ini. IFC memimpin dukungan Kelompok Bank Dunia guna mendukung Fiji menjadi pasar pertama di dunia yang menerbitkan obligasi hijau negara (sovereign green bond).
IFC berhasil mengumpulkan USD50 juta untuk membantu negara tersebut beradaptasi dengan perubahan iklim.

IFC juga merupakan investor tunggal dalam obligasi hijau BDO Unibank Inc. Senilai USD150 jura obligasi pertama yang diterbitkan oleh bank komersial di Filipina dan juga merupakan investasi IFC pertama di lembaga keuangan di kawasan ini.

IFC juga mengkatalisasi investasi serupa di Thailand dan Indonesia. IFC juga menjadi yang pertama untuk menerbitkan obligasi hijau dalam denominasi peso – setara dengan sekitar USD90 juta – untuk mendukung pasar modal dan investasi cerdas iklim di Filipina.