IFC Memberikan Pinjaman $100 Juta kepada BTPN

94
The International Finance Corporation (IFC)

JAKARTA-The International Finance Corporation (IFC) yang juga merupakan anggota Bank Dunia, telah sepakat untuk menyediakan dana senilai $100 juta dalam mata uang rupiah kepada PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) untuk mendukung bank BTPN meningkatkan pinjaman bagi pengusaha kecil, pengusaha perempuan, UKM dan masyarakat kurang mampu.

Dengan dijalinnya kembali kerjasama antara IFC dan BTPN, yang terjalin sejak tahun 2009, keduanya mengharapkan untuk memperluas akses keuangan di Indonesia. Saat ini hanya 39 persen dari orang dewasa Indonesia yang memiliki akses keuangan.

“BTPN sudah mengembangkan kemitraan yang sangat kuat dan strategis dengan IFC dalam kurun waktyu hampir delapan tahun, dan kami percaya bahwa hal tersebut telah mendukung BTPN secara signifikan dalam mencapai visinya untuk menjadi bank komunitas prasejahtera produktif di Indonesia,” ujar Direktur BTPN Arief Harris Tandjung dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/6).

“Bersama, kami dapat menyediakan akses keuangan yang lebih terjangkau untuk orang Indonesia, dan juga memperluas kegiatan yang dapat memberikan fasilitas lebih baik bagi pelanggan, serta memberikan keuntungan lebih bagi nasabah. Hal ini konsisten dengan visi kami untuk memberikan perubahan dalam kehidupan jutaan orang,” lanjutnya.

Pembiayaan ini akan membantu BTPN meningkatkan kualitas produk dan layanan perbankan serta memperluas akses keuangan bagi segmen masyarakat kurang mampu di Indonesia, termasuk di dalamnya pengusaha UMKM dan pengusaha perempuan. Tidak hanya itu, pembiayaan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas dan membuka wacana mereka melalui pelatihan, serta memberi kesempatan pada mereka untuk memperluas jaringan. Dengan demikian BTPN akan mampu mempertahankan nasabahnya.

“BTPN adalah mitra strategis kami untuk mengurangi kesenjangan akses keuangan yang dihadapi para pengusaha kecil, pengusaha perempuan, UKM dan masyarakat kurang mampu di Indonesia,” kata Country Manager untuk IFC Indonesia dan Malaysia, Azam Khan.

”Akses keuangan yang lebih luas terhadap pelayanan perbankan, diharapkan dapat mengurangi kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan yang lebih luas di masyarakat,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, pendanaan mikro merupakan hal penting dalam upaya memerangi kemiskinan.  Akses kepada berbagai jasa pendanaan mikro seperti tabungan, pinjaman dan pemindahan uang memberikan kesempatan bagi keluarga miskin untuk berinvestasi kedalam badan usaha dan menyediakan nutrisi yang lebih baik, memperbaiki kondisi kehidupan, dan kesehatan serta pendidikan bagi anak-anak mereka.

IFC memberikan masukan dan investasi kepada sektor pendanaan mikro dengan memfokuskan diri kepada institusi-institusi pendanaan mikro yang kuat yang dapat berkembang dan memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.