IKM Makanan Jadi Prioritas Masuk Pasar Online

IKM Makanan Jadi Prioritas Masuk Pasar Online

0
BERBAGI

JAKARTA- Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang pengolahan makanan bisa mengikuti binaan teknis untuk dapat menembus pasar online tahun depan. Pembinaan terhadap IKM tersebut utamanya meliputi desain kemasan makanan, agar lebih menarik dan bernilai jual. “Untuk binaan teknis kita utamakan makanan dan logam. Kenapa, karena kita mau menunjang kementerian lain, seperti Kementerian Pariwisata yang sedang menggenjot programnya,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa, (27/12/2016).

Kemenperin, lanjut Gati, juga akan mengoptimalkan peran klinik kemasan yang selama ini dimiliki Ditjen IKM Kemenperin, di mana para palaku IKM, dapar berkonsultasi dalam pembuatan kemasan untuk produk-produknya.
“Desain kemasannya akan dilatih agar lebih menarik. Klinik kemasan akan dioptimumkan kegunaannya. Sehingga, para IKM bisa menembus pasar e-commerce,” ujar Gati.

Ia menambahkan, upaya tersebut merupakan salah satu realisasi terhadap Program E-Smart IKM yang akan dilaksanakan tahun depan. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengembangan kapasitas sektor industri yang mendominasi populasi di Indonesia.

Dalam hal ini, Kemenperin akan memanfaatkan platform digital melalui kerja sama dengan perusahaan startup di Indonesia. Kemenperin juga akan memfasilitasi pelaku IKM untuk menjalin kerja sama dengan e-commerce di dalam negeri seperti Tokopedia dan Bukalapak. Program ini sekaligus untuk menciptakan sebanyak 20.000 pelaku IKM baru sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019. ***