Impor Beras Diduga Terkait Pemburu Rente?

29

JAKARTA-Langkah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membuka kran impor beras sebanyak 500.000 ton pada tahun ini dinilai janggal. Alasannya sikap Mendag tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Pertanian beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa stok beras masih aman.

“Perlu dipertanyakan pernyataan Mentan sebulan yang lalu saat menghadapi Natal dan tahun baru katanya stok pangan cukup termasuk beras dalam menghadapi Natal dan tahun baru. Kok sekarang dengan kenaikan harga beras sikap Pemerintah (Mendag) lakukan impor beras!,” kata Ketua Kelompok Fraksi Gerindra (Kapoksi) di Komisi VI DPR, Abdul Wachid kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/01/2018).

Mestinya, sambung Wachid, pemerintah dalam hal ini satgas Pangan menghitung dulu stok beras, cari informasi panen padi ke Bupati-Bupati, yang di kantong-kantong beras. Jangan terus ambil tindakan Instan (Impor).

“Saya menaruh kecurigaan impor ini hanya semata permainan para pemburu rente untuk kepentingan politik. Sengaja harga harga beras lokal di naikkan, biar ada kebijakan impor di keluarkan.

Kecurigaan itu, lanjut Wachid, tak ada laporan daerah-daerah penghasil beras terkena bencana alam. Makanya agak aneh tiba-tiba saja beras naik. “Saya katakan demikian karena di daerah kantong beras tidak ada banjir, tidak ada bencana dan harga beras masih stabil di harga Rp 9500 samapai dengan Rp 10 ribu. Kok tidak ada apa-apa harga beras Rp13 ribu,” sindir Politikus Gerindra.

Ditegaskannya, kalau pemerintah lakukan impor beras pasti petani padi yang dirugikan.

“Kalau saya amati pemerintah dalam menghadapi masalah pangan, harga naik sedikit petani mau menikmati harga sedikit selalu dipangkas dengan impor akan tetapi kalau harga turun tidak ada yang menolong petani. Akibatnya petani tetap miskin. Saya yakin generasi petani akan punah. Negara akan ketergantungan impor pangan,” tegasnya.

Untuk diketahui, baru-baru ini Mendag Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton. ***