Indonesia Andalkan Pariwisata Menuju Negara Maju 2045

19
Kemenpar
Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata (Rakornaspar) III Tahun 2019 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta pada Selasa (10/9/2019)

JAKARTA-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro berharap agar sektor pariwisata mampu mendorong Indonesia naik kelas menjadi negara maju pada 2045. Hal ini selaras dengan visi lima tahunan agar Indonesia dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai penumpu perekonomian bangsa.

“Pariwisata adalah harapan untuk perekonomian Indonesia naik kelas menjadi kategori negara maju pada 2045. Fokus kita 5 tahun ke depan adalah memperkuat devisa melalui pariwisata, bukan hanya jumlah wisatawannya. Wisata MICE harus digenjot karena sekalipun rentang tinggal mereka singkat tapi para turis MICE ini big spender,” katanya saat Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata (Rakornaspar) III Tahun 2019 di Swissotel PIK Avenue, Jakarta pada Selasa (10/9/2019).

Rakornas ini dihadiri oleh sejumlah Menteri dan Pejabat Kementerian dan Lembaga, antara lain Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono; Menteri Perencaan Pembangunan Nasional Indonesia, Bambang Brodojonegoro; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo; dan Kepala Biro Perencaan dan Keuangan Bekraf, Ahmad Rekotomo.

Hadir pula, Bupati Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Ch Dula.

Bambang juga mengatakan target yang ditetapkan untuk pariwisata pada 2024 yaitu menyumbang devisa mencapai 28 miliar dolar AS atau setara dengan 26 juta kunjungan wisman dan memberikan kontribusi PDB mencapai 5,5 persen.

“Untuk wisnus targetnya mencapai 350-400 juta orang, serta mempekerjakan 15 juta orang pekerja dan meningkatkan peringkat Travel and Tourism ke posisi 29 sampai 34,” kata Bambang.

Kepala Bappenas juga menjelaskan, persaingan ekonomi global saat ini sangat berat. Komoditas ekspor saat ini tidak bisa diandalkan untuk jadi penghasil devisa. Sektor pariwisata yang saat ini jadi harapan besar.

“Salah satu item transaksi berjalan adalah travel, selisih antara berapa pengeluaran wisatawan asing di Indonesia yang menjadi devisa dan berapa wisatawan Indonesia yang mengeluarkan. Alhamdulillah masih surplus. tapi surplusnya menipis,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya memaparkan pertumbuhan pariwisata Indonesia meraih peringkat ke-9 tercepat di dunia, dengan pertumbuhan wisatawan mancanegara pada tahun 2014-2018 mencapai 67,6 persen.

“Maka dari itu bisa diproyeksikan kemungkinan pada 2019, target devisa mencapai 20 miliar dolar AS dapat tercapai,” kata Menpar.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan pembangunan infrastruktur di kawasan destinasi super prioritas agar dipercepat. Sehingga, bisa dipromosikan secara masif pada 2020. Untuk mencapai target ini, pemerintah menganggarkan Rp6,5 triliun kepada 4 destinasi super prioritas dengan rincian Danau Toba (Rp2,2 triliun). Kemudian Borobudur (Rp2,1 triliun), Labuan Bajo (Rp6,3 triliun), dan Mandalika (Rp1,9 triliun).

Presiden Jokowi meminta seluruh kementerian terkait agar memberikan dukungan penuh. Baik itu dalam hal yang berkaitan dengan kepemilikan tanah, maupun penghijauan kembali kawasan wisata, terutama di Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika.