Indonesia Butuh 2 Juta Pengusaha

Indonesia Butuh 2 Juta Pengusaha

30
0
BERBAGI

JAKARTA-Indonesia sangat kekurangan pengusaha sedikitnya 1,5 juta sampai 2 juta wirausahawan. Padahal pengusaha Indonesia memiliki peran penting membantu perekonomian ASEAN terlebih Indonesia memiliki penduduk 250 juta jiwa. “Ngapain mikirin MEA. Lebih baik memikirkan perekonomian dalam negeri,” kata Wakil Ketua MPR Osman Sapta Odang (OSO) di Jakarta, Minggu (5/6/2016).

Menurut OSO-sapaan akrabnya, meminta para pengusaha muda lebih memikirkan perekonomian dalam negeri ketimbang memikirkan pasar bebas. “Hipmi harus seperti dulu menjadi pendorong bahkan jadi preassure group,” katanya.

Sebab jumlah penduduk negara Asean selain Indonesia hanya sekitar 60 juta jiwa. Sedangkan, jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta. “Negara sedang butuh kami, tapi kami juga harus dibutuhkan negara,” ucapnya.

Sebagai pengusaha senior, Oesman mengungkapkan ISHI ingin mendorong organisasi para taipan muda itu kembali berperan dalam perekonomian. Apalagi disaat situasi perekonomian global sekarang ini kurang menyenangkan. “ISHI menjelaskan tingkat ekonomi pengusaha nasional semakin menurun,” tuturnya.

Oesman menegaskan di saat kondisi yang tidak menyenangkan ini, ISHI ini diharapkan bisa jadi tulang punggung bangsa yang baru dan kemudian HIPMI bisa juga membantu keadaan ekonomi Indonesia.

Oesman juga berharap ISHI bisa kembali menampakkan manuver dan taringnya agar keberadaan Hipmi bisa berjalan baik dan tak dipandang sebelah mata.

Di akhir sambutannya, Oesman menambahkan bahwa keberadaan Hipmi juga bisa jadi tulang punggung negara yang baru. Solidaritas yang dimiliki Hipmi dulu juga diyakini Oesman mampu meningkatkan kembali jiwa muda pengusaha di Indonesia. “Saya yakin, kalau Hipmi bersatu, sulit organisasi apapun menghadapi kita. Saya haqul yakin organisasi kita solid,” katanya.

Sedangkan Siswono Yudhohusodo mengatakan para senior Hipmi saat ini aktif mengikuti perkembangan ekonomi yang ada di Indonesia. Menurutnya di sebuah negara semakin banyak pengusahanya, akan semakin sejahtera karena sesuai tujuan pendirian Hipmi untuk memperbanyak pengusaha. “Kami yang berkumpul ini berkeinginan untuk menyusun konsep, dan konsep itu disumbangkan kepada pemerintah,” katanya.

Sementara Abdul Latief yang juga hadir menyatakan keheranannya, karena hampir 71 tahun Indonesia merdeka, namun masalah daging, telor dan kebutuhan lainnya masih belum selesai. “Hal itu bisa terjadi sebab saat ini kita tidak mempunyai rencana jangka panjang, “ ujarnya. ***