Indonesia-Chile Sepakat Negosiasi Pertama IC-CEPA

112

BALI-Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan mengadakan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan Chile Alvaro Jana, di sela-sela pertemuan APEC di Bali. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Chile menekankan pentingnya untuk segera melakukan negosiasi pertama Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA), karena merupakan mandat Kepala Negara Chile.  Sementara, Indonesia mengusulkan untuk memulai negosiasi pada Februari tahun depan. Namun,Chile merespon bahwa hal itu sulit bagi Chile karena akan ada pergantian Pemerintah pada Maret 2014 dan Februari merupakan musim liburan bagi warga Chile.

Mendag Gita mengatakan, sepanjang APEC dan WTO MC-9 Meeting bisa diselesaikan dengan hasil yang baik, maka Indonesia siap untuk memulai negosiasi pertama IC-CEPA, diawali dengan pembahasan Trade in Goods”. Mendag Gita menambahkanbahwa Indonesia sangat mendukung untuk segera dilakukan negosiasi, karena Chile sudah banyak mempunyai Free Trade Agreement  (FTA)dengan negara lain. Chile merupakan pasar yang penting bagi Indonesia. Mendag mengatakan, “Indonesia siap untuk melakukan negosiasi pertama dalam “Trade in Goods” dengan Chile setelah APEC dan MC-9 tahun2013”.

Mendag menyanggupi untuk dapat dilaksanakan pada bulan Januari 2014. Dua kepentingan Chile lain yang disampaikan adalah akses pasar untuk produk pertanian khususnya hortikutura Chile di Indonesia. Chile menginginkan produk hortikultura mereka dapat masuk ke Indonesia melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Alvaro Jana juga menyampaikan surat Kementerian Pertanian Chile untuk Mendagterkait hal ini. Wakil Menteri Alvaro menegaskan, “Food Safety Chile sudah tinggi dan dapat diterima di pasar internasional. Kita berupaya keras untuk mematuhi ketentuan dan prosedur yang ditetapkan Indonesia.”

Wakil Menteri Alvaro mengatakan bahwa pihaknya bersama Delegasi Pertanian Chile akan datang ke Indonesia Oktober tahun ini, dan meminta Menteri Gita dapat membantu menyelesaikan isu ini.

Mendag Gita Wirjawan menyampaikan bahwa,sepanjang standard food safety suatu negara termasuk Chile sudah sejalan dengan Indonesia dan ketentuan internasional, maka dapat hal itu dapat segera dtindaklanjuti dengan membuat Mutual Recognition Agreement (MRA) atau Country Recognition Agreement (CRA) on AgricultureIndonesia-Chile. “Kebijakan food safety Indonesia saat ini tengah ditingkatkan termasuk peraturan impor Hortikultura, untuk meningkatkan perlindungan terhadap konsumen dan tumbuhan di Indonesia. Indonesia juga telah melakukan reformasi beberapa kebijakan perdagangan, seperti impor hortikultura yang diarahkan pada antara lain pengembangan trade facilitation, seperti transparansi, penyederhanaan prosedur, dan penghilangan pembatasan kuota,”tegas Mendag.

Isu kedua yang disampaikan Chile adalah meminta Indonesia untuk menjadi observer dalam Aliansi karena sudah banyak kesepakatan yang ditingkatkan di antara negara-negara Alianso del Pasifico, seperti kerja sama di sektor climate change, pariwisata, promosi ekspor dan investasi, perdagangan, pendidikan, dan ilmu pengetahuan, sehingga posisi ASEAN dan Indonesia, pada khususnya, sangatlah penting bagi negara-negara yang tergabung dalam Alianso del Pasifico.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyampaikan bahwa Indonesia sangat memahami kepentingan Chile dan negara-negara lainnya yang tergabung dalam Alianso del Pasifico. Keputusan untuk menjadi Observer bagi Indonesia saat ini sedang dikonsolidasikan dengan kementerian/instansi terkait.

Perkembangan total perdagangan Indonesia dan Chile selama lima tahun terakhir sebesar 4,02%. Pada tahun 2012, ekspor Indonesia ke Chile tercatat sebesar USD 175,4 juta sementara pada kurun waktu periode Januari-Juni mencapai USD 85,7 juta. Adapun impor Indonesia dari Chile tercatat sebesar USD 206,6 juta pada tahun 2012 lalu dan periode Januari-Juni 2013 mencapai USD 109,4 juta.