Indonesia Diuntungkan Perang Dagang AS-China

10
Menperin, Airlangga Hartarto

JAKARTA-Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang diuntungkan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

“Saya sudah ketemu pihak Nike dan lain lain, mereka akan shift sebagian ordernya ke Indonesia,” ujarnya pada Diskusi Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa (8/1).

Airlangga mengaku memiliki cara tersendiri dalam memandang kondisi perekonomian Indonesia.

Menurutnya, sektor penggerak ekonomi nasional bak dua tangan dan dua kaki manusia. “Analogi sederhana kalau bicara ekonomi itu seperti tubuh manusia. Punya dua tangan dua kaki,” ungkapnya.

Menurut Menperin, ekonomi fiskal dan moneter seperti kedua tangan. Kebijakan di dua sektor tersebut memiliki peranan besar dalam menjaga keseimbangan. Sementara itu, kedua kaki diibaratkan seperti sebuah harga komoditas dan industri manufaktur. Peran keduanya, juga cukup vital dalam menggerakkan perekonomian.

“Jadi kalau industri manufaktur bisa maju, maka perekonomiannya maju. Harga komoditas tinggi, ekonomi maju. Itu analogi sederhana daripada memahami perekonomian kita,” katanya.

Airlangga memproyeksi, industri manufaktur akan tumbuh 5,4 persen pada 2019.

Sejumlah subsektor yang diproyeksi tumbuh tinggi antara lain, industri makanan dan minuman, permesinan, tekstil dan pakaian jadi. Subsektor lain yang akan berkembang pada tahun Babi Tanah ialah industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.

Saat ini, lanjut Airlangga, pihaknya tengah fokus memacu ekspor dari industri otomotif karena memiliki kapasitas lebih.

“Saat ini, industri otomotif kita punya kapasitas 2 juta unit per tahun, sementara untuk kebutuhan domestik 1,1 juta unit, dan ekspor 300 ribu unit, maka sisanya bisa dimanfaatkan untuk menambah ekspor,” terangnya.

Terkait hal itu, Kementerian Perindustrian telah membahas dengan Kementerian Keuangan untuk memperbaiki struktur Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

“Kalau nanti perjanjian kerja sama dengan Australia sudah ditandatangani, pasar ekspor di sana sebesar 1,2 juta unit bisa kita dorong,” ucapnya.

Selain itu, untuk sektor industri elektronika, pemerintah juga berencana membuat peta jalan terkait pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan begitu, ada nilai tambah yang bisa dinikmati industri dalam negeri.

“Jangan sampai pembangunan infrastruktur teknologi kita bangun, tetapi bahan baku masih ketergantungan dari negara lain,” tuturnya.

Kemudian, industri juga bakal mendapatkan fasilitas kredit ekspor dari lembaga pembiayaan. Salah satunya adalah industri alat berat.

Menperin pun optimistis, dengan berbagai strategi peningkatan ekspor tersebut, bisa memperbaiki neraca perdagangan. 

Mengenai salah satu program prioritas tahun 2019 dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, Kemenperin akan melanjutkan peluncuran program pendidikan vokasi yang linkand match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.

Dalam proses pendidikannya mengadopsi sistem ganda (dual system), di mana 70 persen praktik dan 30 persen teori.

“Dengan komposisi kurikulum 30:70, butuh dukungan industri untuk praktik para siswa SMK. Sehingga, perlu insentif pajak untuk industri terkait pendidikan vokasi. Saat ini insentif tersebut sudah rampung dibahas dengan Kementerian Keuangan,” ujar Airlangga.

Selama tahun 2017-2018, Kemenperin telah menggandeng sebanyak 609 industri dan 1.753 SMK. Tahun ini ditargetkan melibatkan sebanyak 2.600 SMK dan 750 industri di wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“Pada tahap ketujuh, program tersebut akan diluncurkan di Makassar pada 17 Januari 2019 dengan diikuti oleh 39 industri dan 185 SMK,” ungkapnya.