Indonesia Perlu Menarik Investasi Asing dan Domestik

22

JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan di tengah pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan, menjadi penting bagi negara-negara emerging market, seperti Indonesia untuk menarik investasi domestik dan asing.   

Beberapa relaksasi fiskal telah terjadi diperkenalkan dan diimplementasikan, seperti revisi tax holiday baru-baru ini.

Selain itu, Pemerintah juga berencana untuk merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI) dan sedang dalam pembicaraan insentif inovatif untuk menarik pembiayaan untuk kemitraan strategis.

Namun, tantangannya sekarang adalah bagaimana menyelaraskan semua yang terkait dengan investasi kebijakan fiskal sembari mempertahankan standar fiskal yang sehat.  

“Bagaimana kita akan memanfaatkan kebijakan fiskal supaya kita dapat mendorong kebijakan-kebijakan yang inovatif untuk dapat memberikan kualitas investasi yang lebih baik,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membuka keynote speechnya dengan paparan yang bertajuk “Outlook Fiskal Indonesia: Menemukan Kebijakan Inovatif untuk Mendorong Investasi yang Lebih Baik” pada acara Mandiri Investment Forum 2019 di Ballroom Hotel Fairmont Jakarta pada Rabu (30/01).  

Walaupun kondisi perekonomian global masih penuh tantangan, perekonomian Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang tangguh, mampu menyesuaikan diri dengan kebijakan-kebijakannya dengan tetap mempertahankan tingkat investasi, dan tingkat konsumsi yang stabil sehingga perekonomian tumbuh positif.   

“Sebagai sebuah negara, Indonesia selalu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan sehingga membuat kita mampu bertahan dengan segala kesulitan.  Investasi yang kuat dan konsumsi yang stabil dengan permintaan yang bertumbuh maka kita selalu memiliki kemampuan untuk bertahan,” jelasnya.  

Menkeu menambahkan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, Pemerintah menyadari pentingnya meningkatkan kualitas SDM baik dari segi pendidikan maupun kesehatan.

Karena itu, pemerintah menentukan kebijakan fokus pengeluaran negara 2019 yaitu pengembangan SDM, pembangunan infrastruktur, dan jaring pengamanan sosial serta memiliki kebijakan-kebijakan inovatif guna menciptakan iklim investasi yang kondusif.  

Sebagai informasi, Mandiri Investment Forum 2019 yang dihadiri oleh lebih dari 700 investor, termasuk 90 investor asing serta sekitar 200 nasabah korporasi Bank Mandiri.  

Forum ini diharapkan dapat menjawab masalah tentang bagaimana Indonesia dapat menciptakan momentum investasi di tengah pengetatan moneter siklus dan melampaui tahun politiknya.   

Beberapa pembicara yang diundang selain Menteri Keuangan adalah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Suahasil Nazara.